29
Apr
14

Biar Gak Punah, Bacalah ;)

Ada wall post yang menggelitikku hari ini, di facebook page Penerbit DIVA Press:

 

Dinosaurus dan manusia purba tidak membaca. Dan kau tahu apa yg terjadi pada mereka? Kepunahan! Maka, membacalah! *lebai

#SelasaMembaca

 

Jadi ingat, ‘perjuangan’ awal kami mengenalkan hobi baca buku pada si Bob.

Waktu itu Bob masih SD kelas satu, dan sedang getol2nya nonton tv. SpongeBob yang setiap episodenya sudah diulang2 puluhan kali tetap dia tunggu kehadirannya tiap pagi dan sore. Begitu pula komedi lokal (gak mutu) yang diputer waktu itu: Abdel dan Temon, Sule, Superhero Kocak, dll. Prihatin deh. Apalagi setiap nonton tv, Bob selalu terpaku seakan terhipnotis. Dipanggil pun gak dengar.

 

Kami dapet momen ‘nyapih’ Bob dari tv saat dia pulang bawa cerita, kalo mid math~nya remidi. Sampai tiga kali. Bahkan temannya yg paling lemah konsentrasinya di kelas pun sudah tidak remidi. Kami ‘sidang’ deh Bob. Hasilnya, ada hukuman: GAK BOLEH NONTON TV KECUALI HARI SABTU. Itu pun cuma boleh satu jam.

 

Sampai suatu saat, salah satu tv swasta kembali memutar Harry Potter (entah yang ke berapa kali). Bob pengen banget nonton. Dapet deh idenya. Aku bilang, “Mama punya kok DVD nya. Ngapain nonton dari stasiun tv yang diseling iklan. Gak puas.”

Bob minta ijin nonton.

Aku bilang lagi, “Oke, boleh nonton, asal sebelumnya sudah baca novelnya. Mama ada tuh, lengkap. Jadi aturannya, kelar satu novel, boleh nonton satu filmnya. Gitu terus, sampai novel ke tujuh.”

Mulai saat itu, Bob jadi rajin baca Harry Potter. Dia menemukan sihir di dalam tiap susunan katanya. Sekarang, Bob bahkan bisa berkomentar, “Asikan baca novelnya dibanding nonton filmnya. Dengan baca novel kita lebih bisa tegang ngebayangin kejadian2nya.”

Pendapat yang beda banget dari kakak kelasnya yang agak mencibir pas liat Bob nenteng Harry Potter 5 di sekolah, “Ah, ngapain baca novelnya. Aku sudah nonton fimnya lengkap.”

 

Haduuuh, kalo kembali mengacu pada wall status DIVA Press di atas, awas saja lho Mas, nanti kamu punah duluan. Hehehe.

 

Sampai saat ini, aku bisa dengan bangga bercerita, di umurnya yang belum menginjak 9 tahun, Bob sudah menamatkan serial Harry Potter (7 buku), Inheritance (4 buku tuebal2), Percy Jackson and the Olympians (5 buku), Percy Jackson Heroes of Olympus (sejauh ini 4 buku), Time Riders (3 buku), Lord of the Rings & Hobbit (4 buku), Buku2 Jacqueline Wilson, Serial Lima Sekawan (complete edition) dan karya2 Enid Blyton lain, novel2 klasik macam Little Women, King Solomon’s Mine, Pride and Prejudice, Babad Tanah Jawi, komik2 wayang RA. Kosasih, ensiklopedi anak2, dan masih banyak lagi. Bahkan buku2 branding pun beberapa dia lalap habis.

Setiap buku yang nangkring di rak, selalu ia tanyakan, “Aku sudah boleh baca yang ini atau belum?”

Kalo dijawab belum, dia bakal tanya, “Kapan aku boleh baca? Kenapa sekarang gak boleh? Apa isinya bunuh2an? Atau cinta2an? Aku baca sinopsisnya, isinya gak cuma tentang cinta2an kooook. Boleh dong. Ya?”

 

Hahaha, giliran kami yang kena batunya. Dari yang awalnya mbujuk2 supaya mau baca, sekarang jadi kewalahan nyediain bacaan baru tiap minggunya. But it paid off. Dengan gemar membaca, pengetahuan umumnya luas banget. Kedewasaannya memandang dan menganalisis peristiwa, lumayan mendalam. Kemampuannya menyerap pelajaran di sekolah pun meningkat tajam.

 

Gak ada ruginya ngajak anak untuk suka membaca.


0 Responses to “Biar Gak Punah, Bacalah ;)”



  1. Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s