11
Dec
12

The Mark of Athena: Ending nyesek, tapi masih ada harapan kok ;)

Peringatan

Jika niat baca novel ini, sebaiknya baca:

https://iluvwrite.wordpress.com/2012/06/01/the-los-hero-niatnya-jadi-obat-kangen-si-percy-yang-justru-bikin-tambah-kangen/

dan

https://iluvwrite.wordpress.com/2012/11/18/the-son-of-neptune-sekali-lagi-disuguhi-serunya-petualangan-demigod-amnesia/

dulu ya ….

Tujuh blasteran akan menjawab panggilan

Karena badai atau api, dunia akan terjungkal

Sumpah yang ditepati hingga tarikan napas penghabisan

Dan musuh panggul senjata menuju Pintu Ajal

Argo II berlabuh di angkasa Perkemahan Jupiter (gak bisa mendarat karena diomelin Terminus si Dewa Perbatasan) membawa awak Annabeth Chase, Jason Grace, Piper McLean, Leo Valdez, dan Gleeson Hedge sang satir sinting. Misinya ada dua: memenangkan rasa percaya demigod Romawi serta menjemput wakil demigod Romawi untuk ikut dalam misi, dan kemudian melanjutkan perjalanan ke negara asal para dewa untuk mencegah kebangkitan Gaea serta mencari Pintu Ajal dan menutupnya.

Sayang misi mereka yang pertama gagal total setelah Leo menembaki Perkemahan Jupiter secara membabi buta. Terpaksa seluruh awak Argo II ditambah Percy, Frank Zhang, dan Hazel Levasque angkat sauh, kabur dengan tambahan tugas di misi mereka, mengikuti Tanda Athena (untuk Annabeth) dan menemukan Nico di Angelo dalam waktu enam hari.

Karena kapal rusak setelah dikejar-kejar legioner demigod Romawi, mereka mampir di tengah danau garam di Salt Lake City. Sebuah misi bagi Leo dan Hazel untuk menemukan perunggu langit sebagai penambal lambung kapal yang bocor. Di sana mereka malah bertemu dengan Nemesis sang Dewi Pembalasan. Namanya juga Dewi Pembalasan, jadi bukannya membantu misi, dia malah mempersulit dengan ngasih fortune cookie ke Leo. Tentunya jika Leo nekat ngebuka kue itu, dia bakal dapat bantuan dari Nemesis, tapi juga bakal ditagih balasan yang ‘setimpal’. Ini nih yang sering bikin aku sebal. Para dewa-dewi ini begitu dudul dan egois. Bukannya para demigod itu pergi kalang kabut, tunggang langgang untuk menyelamatkan mereka-mereka (para penghuni Olympus) juga? Nah kenapa mereka gak bisa lebih masuk akal dikit. Bantu kek, tanpa minta imbalan, tanpa mempersulit, tanpa nambahin beban? Bukannya kalo para demigod gagal, dewa-dewi juga yang kapiran? *gemes-gemes sebel

Selain Nemesis, mereka juga terlibat pertengkaran dengan para naiad fans fanatik Narcissus. Nah, Narcissus ini musti dibahas abis nih. Tau cowok satu ini kan? itu tuh pelopor (halah) istilah narsis sebagai kata untuk melukiskan orang yang memuja dirinya sendiri. Nah, karena Pintu Ajal yang terbuka, tentu saja Narcissus yang harusnya sudah mati ribuan taun lalu jadi hidup lagi. Dan cowok satu ini tetep saja hobi banget ngaca di telaga.

>>”Memang,” gumam sang pemuda, suaranya seperti melamun. Matanya masih terpaku ke air. “Aku memang amat sangat ganteng.”-hal. 87

Taruhan deh, kalian bakal ngakak saat baca adegan di setting ini. Segala tingkah para naiad, Leo, dan Narcissus parah banget.

Oke, kita kembali ke petualangan tujuh demigod kita setelah selamat dari kejaran para naiad yang ngamuk.  Selanjutnya mereka ke Kansas. Di sono Percy harus bertarung dengan Jason. Pertarungan tersebut akhirnya dimenangkan oleh Piper. Lho? Hehehe … baca sendiri dong rinciannya. Masa minta diceritain.

Perjalanan nyambung ke Florida, Charleston, dan akhirnya mereka berlayar beneran menuju Mare Nostrum (Laut Mediterania) yang dianggap sebagai lautan terkutuk bagi para demigod Romawi.

Di laut mereka kembali mengalami kejadian-kejadian seru saat ketemu dengan Hercules (ternyata cowok satu ini nyebelin banget setelah jadi dewa lho-versi Rick Riordan sih …), ketemu manusia kuda-ikan, dan Bocah Emas juga. Nah, pas adegan-adegan di markas para manusia kuda-ikan ini aku ngekek abis lagi. Coba saja dialog ini:

>>”Oh.” Leo sama sekali tak tahu siapa orang-orang itu. “kalian yang melatih Bill? Mengagumkan.”

“Betul!” Aphros menepuk dada. “Aku sendiri yang melatih Bill. Putra duyung hebat.”

“Coba kutebak. Kau mengajar seni bertempur.”

Aphros mengangkat tangan dengan jengkel. “Kenapa semua orang berasumsi begitu?”

Leo melirik pedang mahabesar di punggung sang manusia ikan. “Eh, entahlah.”

“Aku mengajar musik dan puisi!” kata Aphros, “keterampilan! Tata boga! Semuanya penting untuk pahlawan.”

“Tentu saja.” Leo berusaha mempertahankan ekspresinya agar tetap datar. “Menjahit? Membuat kue?”

“Ya. Aku senang kau mengerti. Barangkali nanti, kalau aku tidak harus membunuhmu, aku bisa membagi resep brownies-ku.” Aphros melambai ke belakang dengan muak. “Saudaraku Bythos-dia mengajar seni bertempur.”

Leo tidak yakin apakah harus merasa lega atau tersinggung karena instruktur seni bertempur yang menginterogasi Frank, sedangkan Leo mendapatkan guru PKK. << hal. 307

Meskipun ada tujuh demigod yang terlibat di petualangan ini, para demigod asal Romawi macam Jason Grace, Hazel Levasque, dan Frank Zhang tidak mendapatkan porsi point of view. Rick Roirdan hanya menempatkan angle cerita dari sisi Annabeth, Percy, Leo, dan Piper. Mungkin House of Hades nanti akan membeberkan petualangan dari sisi mereka.

The Mark of Athena banyak mengungkap pergolakan batin ketujuh demigod.

-Percy dan Jason yang biasanya menjadi pimpinan misi-misi yang mereka jalani dan harus berkali-kali dibuat tak berdaya selama beberapa pertarungan. Dua cowok ini juga tampaknya agak-agak gak terbiasa dengan keberadaan sesama demigod kuat (selain interaksi kadang-kadang mereka dengan si Nico di Angelo). Jadinya meskipun pada dasarnya mereka dengan mudah bersahabat, friksi yang menunjukkan ego mereka sebagai orang yang biasa memimpin tim kadang muncul. Aku suka ini. Karena remaja-remaja ini jadi keliatan manusiawi. Meskipun … tentu saja quote dari Nico yang akhirnya memupus rasa penasaranku:

>>Nico memutar-mutar cincin tengkorak peraknya. “Percy adalah demigod terkuat yang pernah kutemui. Kalian jangan tersinggung ya, tapi itulah yang sebenarnya (hore!!! *yang ini quote dariku lho😛).<< hal. 590

-Annabeth mengalami krisis karena ibunya yang bingung dengan identitasnya dan marah-marah menuntut kesetiaan Annabeth dalam bentuk yang paling ekstrem.

-Leo nyaris terpuruk menyadari dirinya kurang mendapat porsi penting di petualangan ini.

-Piper merasa sebagai demigod yang tidak terlalu banyak gunanya.

Oke, kalo aku sih setuju-setuju saja dengan perasaan Piper. Tampaknya di antara ketujuh remaja perkasa itu, hanya Piper yang kemampuannya ‘cuma’ charmspeak. Maaf ya, kemampuan macam apa itu? Rasanya buat kaum fana seperti kita-kita, charmspeak nyaris mirip-mirip dengan keahlian sebagai orator atau malah tukang gendam di terminal-terminal pas menjelang hari raya. Hehehe.

Nah, sekarang saatnya mbahas typo. Adakah? Jelas ada. Itu lho di halaman 477, ada tulisan yang aneh:

>>Leo melirik bola-bola mekanis yang dorman di meja.<<

Halo, apa itu maksudnya?

Akhirnya setelah aku cek ke versi English-nya, inilah hasilnya:

>>Leo glanced at the dormant spheres on the worktables.<<

Which is meant:

‘Leo melirik bola-bola mekanis yang menggeletak terbengkalai di di meja.’

Dari sisi cover, versi yang terbit di Indonesia ini buatku tampak jauh lebih baik disbanding cover The Son of Neptune. Bahkan dibanding versi TMoA yang terbit internasional di bawah Dysney-Hyperion. Tepuk tangan untuk pilihan cover oleh Mizan Fantasi!!! *SFX: tepukan tangan

Dari sisi ending, waduh, nyesek banget. Bikin pengen maksa Om Riordan buruan nyelesaiin The House of Hades. Tapi yakin deh, keadilan pasti tetap ada buat para penggemar setia Percy O=)

Nah, untuk rekomendasi, tentunya aku gak bisa bilang banyak, kecuali: rugi banget baca The Mark of Athena ini … kalo gak baca mulai dari The Lost Hero. Soalnya kan ya selain gak bakal mudeng, tentunya kalian bakal melewatkan petualangan-petualangan seru di serial berjilid tebal ini. Hehehe ….

Judul: THE MARK OF ATHENA

Pengarang: Rick Riordan

Penerjemah: Reni Indardini

Editor: Tendy Yulianes

Penerbit: Mizan Fantasi

ISBN: 978-979-433-740-0

Cetakan: 1, Oktober 2012

Jumlah hal: 603

Ini pic-nya tapi terus terang saja, aku ngambilnya dari wall bu Tiwuk Endah (jangan diomelin ya bu, soalnya TMoA-ku terlanjur gak laik potret nih) hehehe😀 481429_413586462048650_382171053_n


0 Responses to “The Mark of Athena: Ending nyesek, tapi masih ada harapan kok ;)”



  1. Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s