17
Apr
14

Along for the Ride: andai lebih sabar nggarapnya ….

 

It’ been loooong time, guys, since I the last time I wrote here. Such a crappy blogger, I know. Hey, I wrote a lot, you know, in my other blog. But now, I have this beautiful novel I want to share. So, here it is ….

 

Tanpa banyak teralihkan, tanpa banyak protes, tanpa banyak pilihan lain, bikin Auden menjalani 18 tahun hidupnya dengan selalu fokus: menjadi murid terpandai, selalu sukses di bidang akademik, mengiyakan semua pandangan feminis ibunya, dan menganggap  semua hal di luar itu adalah pengganggu konsentrasi. Ia bahkan bisa menerima dengan santai saat seorang cowok yang agak dia incar, akhirnya mencampakkannya dari kencan prom, karena alasan cowok itu yang akademis banget.

Sampai suatu ketika saat ia memutuskan menghabiskan musim panasnya di kota kecil pinggir pantai memenuhi undangan ibu tirinya yang habis melahirkan adiknya. Di Colby ini, Auden belajar menerima kenyataan bahwa ia yang selama ini menganggap dirinya serba pintar serba bisa, ternyata ketinggalan banyak hal~hal kecil yang bagi orang lain adalah keharusan dalam menapaki hari menuju kedewasaan. Sebut saja: pesta, kencan, bersahabat sesama cewek dan menggerombol ngobrolin hal remeh temeh, main boling, bahkan naik sepeda. Bersama Eli, cowok pemuram pengelola toko sepeda, ia menjalani petualangan di malam hari untuk menutup ketertinggalannya itu.

Colby, adalah kota kecil yang tidak menyisakan hiburan berlebih. Tetapi Colby mampu membalikkan dunia Auden, membuatnya memandang hidup dari sisi remaja yang beranjak dewasa.

 

Berapa kali aku musti bilang, kalo aku sukaaaa banget Sarah Dessen? Along for the Ride ini termasuk salah satu karya dia yang paling aku suka. Pengarang satu ini menarik banget.

  1. Ia (hampir) selalu bisa menemukan hal sepele untuk menjadi titik balik pemikiran tokohnya. Seperti ‘belajar naik sepeda’ di novel ini, atau ‘CD kosong’ di Just Listen.
  2. Ia tidak pernah mengumbar ‘I love you’, tapi mengajak kita memaknainya dari tingkah, gerakan, dan dialog yang muncul.
  3. Cover2 bukunya selalu cantik dan manis.
  4. Sarah Dessen berhasil menciptakan kota2 fiktif sebagai lokasi, dan ia menempatkan tokoh2 di buku2nya saling terkait. Seperti si Jason di buku ini yang adalah mantannya tokoh utama di The Truth about Forever (semoga gak nyepoil nih di sini. Ehehe), dan Remy yang muncul bentar di Just Listen, adalah tokoh utama di This Lullaby, and so on.

 

Oke, balik ke buku ini, pas ngeliat cover~nya, duh, seneng banget. Meskipun beda dari versi asli, tapi warna Sarah Dessen~nya kerasa banget. Aku suka. Sayang begitu aku buka segel dan baca, pusing mulai melanda ….

Bayangkan saja, font~nya seukuran font koran. Kesannya Elex Media maksa banget madat2in halaman biar irit. Soalnya biar sudah dilayout pake font mikroskopis gini, tetep saja 339 halaman.

Trus, yang bikin puyeng yang kedua adalah terjemahannya. Aduuuuh, berasa baca text book jaman kuliah. Rumit, jauh lebih rumit dari bahasa aslinya. Berasa gak baca buku remaja. Belum lagi pemahaman penerjemah tentang istilah2 yang ada di sono. Misal: pas membandingkan celana tipe boyshort dengan bikini (halaman berapa yak?). Ya sudah, boyshort ya boyshort saja kaliiii, gak usah diterjemahkan jadi celana cowok. Karena boyshort itu kan tipe panties yang bukaan kakinya gak terlalu menukik ke atas, bukan berarti celana pendek milik cowok.

Andai lebih sabar di proses terjemah dan editingnya, buku ini bakal lebih membahagiakan utk dibaca :=/

Cover: skor **** untuk ***** yang tersedia

Layout: skor * untuk ***** yang tersedia

Terjemahan: skor *** untuk ***** yang tersedia

 

Judul: ALONG FOR THE RIDE

Pengarang: Sarah Dessen

Penerbit: Elex Media Komputindo

Penerjemah: Mery Riansyah

ISBN: 978 602 02 3452 6

Cetakan I~2014

Jumlah Halaman: 339

 

 


0 Responses to “Along for the Ride: andai lebih sabar nggarapnya ….”



  1. Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s