Archive for the 'fallen angel' Category

06
Jan
14

My 2014’s Reading Challenge List

Hohohoho, sudah ganti taun, dan tumpukan buku menjulang dalam posisi mengkhawatirkan. Biar lebih aman slash ngurangin rasa bersalah karena nimbun stok slash biar ada tempat buat buku2 baru, musti bikin reading challenge nih buat 2014 (semoga kesampaian, amin amin amin …).

Kali ini, aku bakal bikin challenge untuk kategori fiction dan non fiction.

Untuk fiction, aku bagi jadi tiga sub kategori: hard copies, emak, dan watty. Niatnya sih pengen nyikat 150 judul di taun ini. Ambisius banget, yak? biarin … doain saja bisa terlaksana.

oke, ini daftar Reading Challenge~ku sejauh ini. Belum genap 150 judul sih … daftar berikut bakal nyusul kalo sudah ada judul yang aku inginkan, dan atau aku berhasil baca buku yang justru belum kepikiran masuk ke daftar ini.

FICTION

HARD COPY NOVELS

  1. Beyonders ~ Brandon Mulls
  2. Middle School the Worst Years of My Life ~ James Patterson
  3. Tiger (The Five Ancestors 1) ~ Jeff Stone
  4. Monkey (The Five Ancestors 2) ~ Jeff Stone
  5. Snake (The Five Ancestors 3) ~ Jeff Stone
  6. The Demigods Diaries ~ Rick Riordan
  7. The Red Pyramid (Kane Chronicle 1) ~ Rick Riordan
  8. The Throne of Fire (Kane Chronicle 2) ~ Rick Riordan
  9. The Serpent’s Shadow (Kane Chronicle 3) ~ Rick Riordan
  10. Runaway Run ~ Mia Arsjad
  11. A Wish for Love ~ Mariskova
  12. Jinx ~ Meg Cabot
  13. The Hobbit ~ JRR. Tolkien
  14. The Fellowship of the Ring (TLOTR 1) ~ JRR. Tolkien (reread)
  15. The Two Tower (TLOTR 2) ~ JRR. Tolkien
  16. The Return of the King (TLOTR 3) ~ JRR. Tolkien
  17. Revenge of the Girl with the Great Personality ~ Elizabeth Eulberg
  18. The House of Hades ~ Rick Riordan (reread)

WATTY

  1. Skittles & Science ~ EternalZephyr
  2. Being the Player’s Neighbor
  3. The Normals ~ EstrangeloEdessa
  4. Just Kidding but Seriously ~ Melissassilem
  5. The Quirky Tale of April Hale ~ demonicblackcat
  6. Project Popularity ~ MelTheBookAddict
  7. Coming Together ~ Knightsrachel
  8. Drama Queen ~ Sian7Fenwick7 (the file no longer available. huh?)
  9. Good Enough to Eat ~ CrayonChomper
  10. Up in the Air ~ CrayonChomper
  11. The Cell Phone Swap ~ DoNotMicrowave
  12. I am Talon ~ DoNotMicrowave
  13. Boy Blunders ~ ElzLOL
  14. Bra Boy ~
  15. Pairing Up the Bad Boy
  16. Leap of faith
  17. I’m the Geek Who Slapped the Football Player
  18. Don’t Fall in Love in a Witness Program
  19. I Ship Us
  20. You’ve Fallen for Me ~ roastedpiglet

EBOOK COLLECTION

  1. Educating Caroline ~ Patricia Cabot
  2. Ransom My Heart ~ Mia Thermopolis
  3. The Almost Truth ~ Eileen Cook
  4. His Kiss ~ Melanie Marks (reread)
  5. Just Listen ~ Sarah Dessen (reread)
  6. The Truth about Forever ~ Sarah Dessen (reread)
  7. Angel Beach ~ Tess Oliver
  8. Harmonic Feedback
  9. Moonglass  ~ Jessi Kirby
  10. Playing Hurt
  11. Geek Girl ~ Holly Smale
  12. A Match Made in High School ~ Kristin Walker
  13. My Wish for You
  14. Spark (Elemental 2) ~ Brigid Kemmerer
  15. Spirit (elemental 3) ~ Brigid Kemmerer
  16. Karma Club ~ Jessica Brody
  17. The Girl in the Park ~ Mariah Frederick
  18. Shadowhunter’s Codex ~ Cassandra Clare

NON FICTION

1. Brand Gardener ~ Handoko Hendroyono (finishing)

2. Political Branding & Public Relations ~ Silih Agung Wasesa

3. The Brand Mindset ~ Duane E. Knapp (reread)

4. Membunuh Indonesia ~ Abhisam DM, dkk

5. The Media Handbook ~ Helen Katz

Notes:

1. Italic letters: in reading progress

2. Striked through: already read

 

1558374_10202947865163775_321195645_nSebagian buku yang musti ‘ditelan’ dan masih banyak lagiiiii … 😀

11
May
12

SILENCE: Jika pilihannya adalah yang dihadapi Nora, aku sih mending tetap amnesia saja :(

Eh, ternyata di antara saat terakhir kali kita nutup CRESCENDO dan buka sampul depan SILENCE, si Nora diculik lho. Gak tanggung-tanggung durasi nyuliknya, tiga bulanan. Ngapain saja ya dia selama itu? Ada di mana? Siapa yang nyulik? Apa sempat ganti baju? (huek huek huek! kalo gak sempat).

Sayangnya, saat ia dilempar dan dilepasin ke tengah kuburan, Nora mengalami amnesia (duh, di sini kok jadi inget sinetron-sinetron) sehingga gak bisa ingat apa yang terjadi selama lima bulan terakhir dari hidupnya. Nora menjalani kembali hidupnya, meskipun sifat ngeyelannya membuatnya berusaha mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi.

Betapa berang saat ia tahu, sepanjang kepergiannya, ibunya malah pacaran dengan Hank Millar, bokap musuh bebuyutannya, Marcie. Nora juga heran melihat Vee Sky, sobatnya yang biasa jelalatan kalo ngeliat cowok cakep, bisa memproklamirkan diri sedang menjalani detoks cowok. Ia juga ngerasa aneh saat tahu Marcie yang agak-agak ramah padanya. Tapi yang paling membingungkan dan membuatnya penasaran adalah sosok Jev. Cowok satu ini menyebalkan dan jelas bad influence kalo ngeliat teman-teman gaulnya. Tapi kenapa Nora justru ngerasa Jev adalah bagian penting hidupnya yang ikut hilang dalam amnesianya?

Seiring isi novel setebal 585 halaman ini, satu persatu misteri terkuak. Akhirnya Nora bisa menyatukan potongan-potongan puzzle-nya, dan menghadapi manipulasi-manipulasi fakta yang selama ini dilakukan secara penuh perhitungan, cold blooded, dan kejam oleh ayah kandungnya. Rasa ingin tahu Nora ternyata kembali menyeretnya ke dalam kesulitan. Kali ini selain harus memikirkan banyak nyawa untuk diselamatkan, ia juga (terpaksa) harus memimpin satu perang di antara dua ras makhluk supranatural.

Seperti yang pernah aku akuin di wall facebook-ku beberapa hari yang lalu, keringat dingin benar-benar membasahi telapak tanganku saat membuka setiap halaman novel satu ini. Bahkan sampai lembar terakhir. Meskipun ada beberapa hal yang sudah bisa aku tebak, tapi tetap saja, seram dan tegang. Becca Fitzpatrick sangat mampu menghadirkan suspense dari awal sampai akhir cerita. Dari sisi cerita, ganjalanku cuma satu: si bad guy terlalu gampang mati. Aku jadi setengah berharap dia bakal muncul lagi entah dengan cara gimana di buku berikutnya.

Nah, saking hebohnya ini cerita, jelas dong kita sebagai pembaca jadi ikut larut dan kebawa naik-turunnya emosi. Ada satu hal yang pasti karena hal ini, aku jadi sebal sama Nora. Mau tauuuuu aja. Selalu nyari masalah. Tapi giliran kena masalah, selaluuu saja cuma bisa lolos karena diselamatkan Patch, atau Jev, atau Scott. Kalo memang mau coba-coba nyelidik, sikap impulsifnya dikurangin dikit, napa?

Tapi baca novel ini enak karena ceritanya memang asik. Penerjemahannya juga enak, gak nemu satu typo-pun. Ada ding satu, di halaman 369. Cek baris ke-9. Bukankah harusnya ‘Rasanya itu tidak bisa kita mungkiri’ instead of ‘pungkiri’? Tapi itu saja kok yang aku temukan 😀

Oke, sekarang sampai ke cover. Hadoooh, di antara HUSH, HUSH, CRESCENDO, dan SILENCE ini, menurutku cover SILENCE yang paling enggak banget. Pose Drew Doyon yang sedang nggendong cewek entah siapa itu (kenapa bukan aku sih???) gak enak diliat. Tampak nanggung 😦 Pilihan kertas paperback-nya aku juga kurang suka. Memang, ketebalannya adalah perbaikan dari CRESCENDO yang tipis banget. Tapi kenapa glossy dan kemerah-merahan sih? Kesan misterius yang aku tangkap di cover dua serial awal jadi gak muncul di sini. Tapi aku salut dengan penempatan bulu warna merah di sono. Dramatis.

Oke, overall, novel ini masih sangat enak dibaca. Sekuel berikutnya, yang kabarnya berjudul FINALE jelas layak ditunggu.

Judul: SILENCE

Penulis Becca Fitzpatrick

Penerjemah: Leinofar Bahfein

Penerbit: Ufuk Publishing House

ISBN: 978-602-9346-63-3

Ukuran: 14 x 20.5 cm

Halaman: 585 halaman

Terbit: Maret 2012 (Cetakan I)

Harga: Rp 74.500,-

29
Nov
11

THE FALLEN: Sebuah kisah tentang makhluk penyelamat para yang terbuang

Aaron Corbet, cowok pendiam penyendiri siswa kelas senior Kenneth Curtis High School. Ia tidak pernah tahu identitas orangtua kandungnya. Sejak kecil cowok satu ini mengembara dari satu orangtua angkat ke orangtua angkat lain, membuatnya jadi pribadi yang sulit memercayai orang lain dan cenderung memberontak. Keluarga Stanley yang menjadi orangtua terakhirnya mampu memberinya kasih sayang tulus, sehingga Aaron betah tinggal di rumah mereka sampai bertahun-tahun.

Ulang tahun ke-18 menjadi titik perubahan dalam kehidupan Aaron. Tiba-tiba ia bisa mengetahui pembicaraan yang dilakukan orang lain dalam bahasa asing, memahami pikiran dan gonggongan anjingnya, Hingga ia bahkan bisa memahami topik cekikikan cewek-cewek Brasil di sekolahnya setiap kali ia ada di dekat mereka. Ternyata mereka mengagumi tampang ganteng si Aaron lho!

Itu baru yang enteng. Karena kemampuan memahami-bahasa-asing-dan-mengucapkannya-dengan-fasih-seakan-akan-bahasa-itu-adalah-bahasa-sehari-hari Aaron baru merupakan sebuah awalan. Setelah itu ia justru dibuat bingung dengan tudingan sebagai nephilim dari seorang tua gembel yang ia temui di pinggir lapangan.

Istilah nephilim itu juga yang akhirnya membawanya pada rentetan peristiwa menegangkan, menakjubkan, sekaligus mengerikan yang ia alami. Membuatnya harus memilih untuk menentukan masa depannya saat itu juga sebelum pihak-pihak lain berusaha merenggut masa depan tersebut.

Semua terkait dengan sebuah ramalan kuno yang berhubungan dengan peristiwa Perang Besar di Surga di mana Bintang Fajar memimpin sebuah pemberontakan melawan Yang Maha Kuasa. Setelah pasukannya kalah, pengikut sang Bintang Fajar (Lucifer) harus menyingkir dari surga dan dibuang ke bumi, bergabung dengan para manusia.

Malaikat-malaikat terbuang tersebut banyak yang jatuh cinta pada perempuan bumi dan memiliki anak. Anak-anak tersebut lah yang dikenal dengan sebutan nephilim. Nah, salah satu dari mereka akan menjadi seorang penyelamat. Menjadi pihak yang bisa menjembatani hubungan buruk antara Tuhan dengan para malaikat terbuang.

Ada kelompok malaikat, Paduan Suara Surgawi yang biasa menyebut diri mereka dengan sebutan Kekuatan di bawah pimpinan Verchiel, yang tidak menghendaki ramalan tersebut terjadi. Maka mereka membuat misi sendiri untuk membasmi seluruh nephilim sehingga tidak ada kesempatan satu pun nephilim menjadi Yang Terpilih.

Hidup Aaron yang biasa-biasa saja  berubah drastis. Ia jadi buruan Kekuatan. Ia harus berusaha menyelamatkan diri, keluarga, dan teman-teman barunya sekaligus mendapat titipan misi dari para malaikat terbuang untuk menyelamatkan diri. Siapa tahu ia adalah Yang Terpilih.

Oke, mau ngomongin yang mana dulu nih? Nephilim dan malaikat terbuang? Feminisme, tata bahasa? Hehehe ….

Baik, nephilim dan malaikat terbuang dulu deh. Sudah berapa novel yang aku baca yang ngebahas soal nephilim/makhluk setengah malaikat setengah manusia serta malaikat terbuang? Buanyak banget. Bisa dibilang persentase novel fantasy fiction yang mengulas tentang makhluk satu ini berbanding imbang dengan fantasy fiction yang membahas tentang vampir dan werewolf. Sebut saja di antaranya (yang topiknya nephilim atau malaikat terbuang saja ya):

  1. The Mortal Instruments
  2. The Infernal Devices
  3. Hush, Hush Series
  4. Awakened Series
  5. Fallen
  6. Aggelos Series
  7. Dan pasti masih banyak lagi lainnya ^_^

Kenapa aku mengategorikan nephilim dengan malaikat terbuang di ruang yang sama? Karena untuk memudahkan pengidentifikasian subjek-subjek cerita macam ini, dibandingkan dengan subjek-subjek cerita fantasy fiction lain macam vampir atau werewolf.

Nah, kisah tentang para nephilim/malaikat terbuang ada yang mencengangkan, mendebarkan, membuat jidat berkerut, bahkan sampai ke membuat bibir mencibir. Kebayang kan, topik yang sudah tuntas dibahas banyak penulis, bakal sedikit menyisakan celah buat kita bereksperimen mengeksplorasinya. Ada yang jatuhnya jadi gak masuk akal dan bertele-tele. Ada juga yang seru, seksi, sekaligus pintar. Ada yang serba tanggung dan membuat kita berpikir, “Ini cerita tentang fallen angels atau tentang aliens sih?”

Nah bagaimana dengan The Fallen bikinan Thomas E Sniegoski ini?

Sebagai sebuah kisah tentang nephilim yang entah ke berapa di antara kisah-kisah nephilim lain, The Fallen mampu muncul lengkap dan tidak membingungkan. Thomas E. Sniegoski menghadirkan para keturunan malaikat terbuang lengkap dengan identitas dan cara pemunculan mereka. Tidak tampak mengada-ada seperti kemunculan nephilim gaya cawan petri kelas kimia yang dimunculkan Jonathan Shadowhunter (tapi di luar itu, ceritanya seru banget kok). Tidak tanggung dan bikin males seperti di Aggelos. Tidak juga menjadi membingungkan dan terbaca seperti makhluk luar angkasa seperti di Awakened Series. Meskipun kenapa ada nephilim hybrid yang bisa menjadi superhero belum terjelaskan di The Fallen ini.

Nah, bagaimana aku bisa menjanjikan ocehan tentang feminisme di sini?

Itu lho, tentang keberadaan para nephilim yang (aku kutip):

… yang mengisahkan tentang sekawanan malaikat yang meninggalkan Surga untuk berpasangan dengan wanita, dan mengajarkan keterampilan yang mengerikan kepada manusia …. (hal. 69)

Halooo, memangnya malaikat itu punya jenis kelamin ya? Memangnya kalaupun punya jenis kelaminnya cuma laki-laki ya? Ini mungkin berhubungan langsung dengan penulis novel ini yang laki-laki. Jadi ia berpikiran bahwa. “Kayaknya bakal keren tuh kalo cuma cowok yang bisa jadi malaikat. Cewek? Hmm … biar gender rendahan itu jadi penerima sperma malaikat saja deh. Nanti dibikin mati saja kalo melahirkan. Yang penting habis itu kaum nephilim bisa muncul.”

Coba bandingkan dengan deskripsi para malaikat atau malaikat terbuang atau nephilim di novel lain yang bikinan pengarang cewek. Nih aku beri contoh Hush, Hush-nya Becca Fitzpatrick ya. Di sono ada tuh malaikat cewek.

Mungkin aku terlalu nyinyir (yang ini mah bukan mungkin lagi, kaleee). Tapi aku lebih suka cerita yang berimbang. Jadi masalah ini jadi ganjelan buatku meskipun gak membuatku menolak membaca lanjutan kisahnya 🙂

Nah, tata bahasa deh sekarang.

Ceritanya enak, lancar, runut, lincah. Penerjemahannya juga keren. Aku membayangkan betapa gampangnya novel ini diterjemahkan menjadi film Hollywood jika kita menilik joke-joke yang kadang dimunculkan saat si Aaron sedang mikir-mikir (meski di saat ia seharusnya gak sempat mikirin joke).

Tapi ada cara penulisan yang aneh di hal. 113:

Tidak mungkin. Akan lebih baik kalau tumor otaklah yang membuat dirinya memahami semua bahasa ini-membuatku mengira bahwa anjingku bicara kepadaku. Ini akan lebih mudah, pikirnya beralasan. Jadi dia bisa menganggap pria tua itu sinting.

Lalu di mana keanehannya? Atau cacatnya? Atau topik nyinyiranku?

Itu lho, kenapa dalam pikiran satu orang (Aaron) ia bisa ngomong mengalamatkan dirinya sebagai “…ku”, tapi kadang “…nya”?

Oke, mungkin kita dianggap harus memisahkan antara “nya” dengan “ku” dari simbol “-“ yang ada di tengah kalimat. Tapi dari pengalamanku baca novel ini seluruh kalimat yang di-italic-kan diposisikan sebagai pikiran seseorang atau dialog dalam hati seseorang. Jadi harusnya kalimat italic di atas hanya diucapkan Aaron di dalam pikirannya. Yang membuat itu tampak aneh saat ia mengalamatkan dirinya dengan sebutan “nya”.

Yah, cukup sudah. Aku sudah membuktikan kenyinyiranku di review ini. Akhir kata, novel ini asik. Menarik, bagus. Mana Aaron bisa dibayangkan sebagai cowok ganteng, lagi. Sayang cover-nya kurang “mengundang”. Jauh lebih menarik edisi aslinya di Amrik sono. Buat yang berpendapat untuk tidak akan menghakimi bacaan dari sampulnya, aku sarankan lalap habis saja novel ini 🙂

Judul: THE FALLEN

Pengarang: Thomas E. Sniegoski

Penerjemah: Marcalais Francisca

Penyunting: Dhewiberta

Penerbit: Mizan fantasi/Pt. Mizan Pustaka

ISBN: 978-979-433-635-9

Soft cover

Halaman: 309 halaman

Terbit: Agustus 2011 (cetakan I)

Harga: Rp 49.000,-

16
Jan
11

Crescendo-Pertentangan nephilim dan kaum malaikat yang mirip perang antar geng

Ini deh susahnya bikin review untuk novel sekuelan. Mau gak mau pasti bakal hazardous content. Nyerepet spoiler. Kalo perlu baiknya pake tag: Parental Advisory. Hehehe, whatever!

Kalo dulu pas baca Hush, Hush, aku sempat berpikir banyak:

• Kenapa juga kematian bapak si Nora gak dibikin jadi cerita tersendiri?

• Meski jahat, aku juga kurang puas dengan porsi Marcie Millar yang cuma segitu doang. Harusnya ada alasan yang melatarbelakangi sikapnya.

• Kenapa Rixon yang kayaknya seksi banget cuma segitu doang perannya?

• Terus kalo dibikin sekuel beneran, si Patch mau semembosankan apa, secara sekarang dia bukan malaikat terbuang, tapi sudah jadi malaikat pelindung?

Dan banyak lagi.

Untung semua plot yang mampir di otakku yang kurang kerjaan tergambar gamblang di Crescendo. Sebagai pengenal dulu, Crescendo ini adalah sekuel Hush, Hush (salah satu novel favoritku sepanjang masa). Ceritanya cuma berawal dari masa dua minggu setelah Hush, Hush berakhir, setelah sebelumnya ada flash back dikit tentang kejadian tertembaknya bapak Nora.

Yuk, mulai ya …. Punya malaikat pelindung ternyata nggak menjamin hidup manusia (Nora) jadi jauh lebih enak. Gadis itu tetap saja musti menghadapi dosis bullying harian dari Marcie, musti ketakutan menghadapi kemungkinan dapat nilai pas-pasan di pelajaran Kimia, kehabisan duit, dan lain-lain. Belum lagi ternyata kembali jadi malaikat nggak bikin Patch jadi alim. Cowok itu tetap saja kadang nyebelin, sok berahasia, dan parahnya malah memberi perhatian lebih ke musuh bebuyutan Nora.

Nggak tahan dengan situasi ini, Nora akhirnya memutuskan hubungan dengan Patch, dan malah ngasih angin ke Scott, teman masa kecilnya dulu yang muncul lagi. Scott juga tampaknya nggak lebih baik dari Patch. Cowok itu kayaknya dulu terlibat dengan geng yang bikin nyokapnya memutuskan balik ke kota kecil mereka. Jalan bareng Scott selain nyebelin, juga membuat Nora musti kena banyak masalah yang bikin dia harus kembali berkali-kali diselamatkan Patch, padahal dia sudah menolak kehadiran Patch sebagai Malaikat Pelindung. Plus Patch kayaknya malah pacaran dengan Marcie.Nah, Scott ini ternyata termasuk nephilim generasi pertama. Maka sekali lagi Nora musti terlibat dengan kelompok yang bertentangan: nephilim-malaikat terbuang-malaikat yang masih bertugas.

Baca Crescendo bikin aku jadi ingat mengharu-birunya pacaran jaman masih SMA dan kuliah dulu. Gimana rasanya marahan dan putus dengan pacar, gimana perasaan kita saat tahu mantan kita sudah move on sementara kita masih menghabiskan waktu menangisi dia malam-malam. Belum lagi gimana kita kecapekan sendiri karena memaksakan diri musti buruan nyari teman kencan hanya biar supaya nggak kesepian dan untuk nunjukin kalo kita sudah move on juga (yang padahal belum). Becca Fitzpatrick bisa bikin aku jadi terombang-ambing antara sebal pada Nora, benci Patch, jijik sama Scott, pengen nampar Marcie, lengkap deh. Aku sampe nggak tau, sebenarnya di novel ini aku musti berpihak pada siapa sih? Akhirnya aku sih memutuskan Rixon aman jadi good guy. Tapi ternyata … hihihi (sensor).

Kisah Crescendo agak lebih rumit dari Hush, Hush. Tapi bukan berarti lebih jelek lho. Rumit di sini karena ternyata cerita melibatkan banyak orang. Bahkan ibu Nora yang di novel pertama selamat dari banyak bahasan, ternyata di sini punya peran cukup gede, meski porsi dialog dan adegannya malah lebih dikit. Di sini kita jadi tau, dari mana darah nephilim yang masih mengalir di tubuh Nora berasal.

Sebagai novel, Crescendo menampilkan konflik yang kuat, jalan cerita yang rapi, meski aku sempat kuatir Becca Fitzpatrick bakal terjebak pada situasi menggalau abis a la Bella Swan pas ditinggal Edward di New Moon. Untungnya nggak. Karena di sini, meski putus dan sedih dan sempat digambarkan semi depresi bentar, Nora masih bisa menjalani hidupnya dengan biasa. Dia bahkan beberapa kali sempat interaksi lagi dengan Patch, terlibat dialog-dialog konyol dan menjengkelkan. Nora nggak cengeng. Sayangnya porsi kelompok arch angel (penghulu malaikat) nggak gitu jelas. Di sini jadinya malah kesannya jadi kayak perang antar geng biasa.

Sebagai dongeng aku nggak bisa komplain, masih nyaris sempurna seperti Hush, Hush. Cover-nya juga bisa cerita banyak (meski kualitas kertasnya bikin kecewa. Soalnya tipis dan mudah rusak). Apalagi kalo kamu bisa dapet gambar versi lengkapnya. Di versi lengkap novel, gak cuma Nora saja yang kliatan sedang berdiri di tengah hujan, tapi ada Patch yang siap jalan menjauh. Persis dengan jalan cerita di mana mereka putus dan Patch malah pacaran dengan Marcie. Tapi kekuatiranku menghadapi ending yang kurang memuaskan akhirnya terjadi juga di sini. Kalian masih ingat film-film thriller suspense yang menjamur di era awal 90-an (Basic Instinct, Raising Cain atau Cape Fear) horor pembunuh berantai di pertengahan hingga akhir 90-an (Scream, I Know What You Did Las Summer, Cruel Intention), dan di awal 2000-an ada What Lies Beneath? Nah, ingat benang merah film-film ini nggak? Aku ingetin ya, di akhir cerita saat kita kira semuanya sudah jelas dan terpecahkan dan tokohnya boleh menarik napas lega, tiba-tiba ada teriakan khas, atau tulisan seram yang persis dengan tulisan di awal cerita, atau tangan yang tiba-tiba keluar dari TKP. Habis itu, langsung deh credit title. Seram, sekaligus nyebelin.

Nah, Crescendo juga menghadirkan sensasi ini. Dan aku musti nunggu akhir 2011 (Oktober yak?) untul rilisnya Tempest (Sekuel-3) di Amrik sono. Jadi bisa kebayang kan, kapan terbitnya di sini? Oh my dog ….

Crescendo
Penerbit: Ufuk Publishing
ISBN: 978-602-8801-54-6
Ukuran: 14 x 20.5 cm
Halaman: 548 halaman
Terbit: Desember 2010
Harga: Rp 79.900,-



%d bloggers like this: