09
Jul
12

CLOCKWORK PRINCE: The Magister is still going strong

Setelah berhasil menggerebek The Pandemonium, kelab dunia bawah yang digerakkan oleh Mortmain dan tidak berhasil menangkap si Mortmain, Charlotte Branwell selaku pimpinan Institut London dihadapkan pada tugas yang cukup mustahil. Ia harus bisa menemukan Mortmain dalam waktu dua minggu. Jika tidak, institut bakal diambil alih oleh Benedict Lightwood yang antagonis banget.

Jadilah seisi institut kalang-kabut melacak semua jejak yang mengarah pada Mortmain atau Nate Gray, antek kepercayaan Mortmain yang notabene adalah kakak Tessa, si Pengubah Bentuk. Mulai dari riset perpustakaan, melacak ke Institut York, konsultasi ke Kota Hening, mengendap-endap masuk ke pesta ilegal Benedict Lightwood, sampai membuat jebakan untuk Nate Gray, tak ada hasilnya. Mortmain benar-benar licin di persembunyian.

Mortmain bahkan masih bisa mengirim automaton untuk mengirim ancaman pada Tessa, Will, dan Jem yang berhasil sampai ke reruntuhan rumah Mortmain di York. Sayang, di reruntuhan itu malah ada kejutan kurang menyenangkan yang disiapkan Mortmain, yang membuat mereka terpaksa pulang dengan tangan kosong.

Jadi, sebenarnya kenapa sih Mortmain segitu ngototnya pengen mengobrak-abrik Pemburu Bayangan? Kalo semua rencana yang disusun penghuni Institut London bisa diketahui Mortmain sehingga ia selalu berhasil menyiapkan tindakan penangkal, kira-kira apa ada pengkhianat? Dan bagaimana hubungan Will-Tessa-Jem? Adakah happy ending (sementara lah) di antara mereka? Baca saja sendiri ya … ditanggung senyum, tegang, nangis, marah, deh.

Whew, tidak banyak yang bisa aku bahas di Clockwork Prince ini, kecuali bahwa dongengnya masih menarik, meski permasalahan belum tuntas juga, bahkan makin pelik (biar ada napas buat sekuel ke 3 kaleee). Penasaranku dengan kalung Tessa di buku pertama saja tetep belum kejawab. Entah nanti bakal dijawab apa kagak deh sama si Cassandra Clare😦

Desain sampul installment ini mirip dengan cara The Mortal Instrument disusun. Lay out mirip dengan sekuel sebelumnya, hanya tokoh-tokohnya saja yang dibikin ganti-ganti. Kalo di Clockwork Angel kayaknya Will Herondale yang dapat kehormatan Mejeng di sampul, kali ini James Carstairs yang tampang dan gaya rambutnya agak-agak bergaya boiben Korea yang muncul di sini.

Nah, sekarang tentang para tokoh ya. Kenapa ya, aku kok kurang ngerasa sreg dengan Tessa. Agak-agak ababil gitu, selalu perlu perlindungan. Mungkin karena memang si Tessa hidup di abad 19 kali ya, jadi aku kurang bisa berempati dengan dia. Tapi lihat deh si Charlotte, Jessamine, atau bahkan Cecily yang belakangan muncul, atau si Sophie yang cuma pelayan di institut. Mereka lebih mampu menemukan posisi dan menentukan sikap. Atau, mungkin karena Tessa sendiri masih bingung, sebenarnya dia apaan? Yah, entah deh. Yang jelas di novel ini aku terbelah dua, antara mau naksir James, atau Will. Tapi kayaknya Will saja deh, soalnya dia bad boy banget. Enak buat diikuti sepak terjangnya. Tapi Magnus Bane asik juga buat dipertimbangkan lho. Di balik sikap cueknya yang kadang nyebelin, kita bisa nemu sincerity, kebaikan hati, dan ketegasan :O)

Oke, yang terakhir nih, di antara semua kekacauan yang memesona di dalam dongeng ini, ada satu kejanggalan yang aku temukan:

Kenapa hampir semua nama keluarga yang muncul di Institut New York dan Idris abad 21 (Lightwood, Herondale, Fairchild, Starkweather, Wayland, dll) bisa kompak berada di London/York? Oke deh, memang klan Pemburu Bayangan mungkin memang terbatas jumlahnya. Tapi ada banyak banget institut yang sejauh ini aku catat: London, New York, Madrid, Paris, Los Angeles, Shanghai, York, dan mungkin masih banyak lainnya, mengapa hanya nama-nama itu yang beredar di London dan New York? Memangnya Institut London abad 19 ‘bedol desa’ ke New York semua? Semoga di Clockwork Princess atau buku setelahnya, nanti ada penjelasan yang masuk akal.

Overall, novel yang asik banget. Jangan coba-coba baca kalo gak ada waktu yang cukup untuk menuntaskan keseluruhan 675 halaman. Bakalan gak rela naruh😉

Btw, novel ini aku beli baru bulan kemarin (Juni 2012). Tapi ternyata sudah terbit sejak Mei 2011. Duh, ketinggalan banget yak, aku? Tapi kok kemarin-kemarin di toko buku sama sekali gak ada yak? Kayaknya (nuduh nih), penerbitnya salah nulis tanggal terbit deh, soalnya copyright-nya saja taun 2011 juga, dan book-1 juga terbitnya Maret 2011😛

Judul: CLOCKWORK PRINCE (The Infernal Device Book 2)

Pengarang: Cassandra Clare

Penerjemah: Melody Violine

Editor: Widyawati Oktavia

ISBN: 978-602-9346-78-7

Tebal: 675 hal

Terbit: Mei 2011 (Cetakan 1)

Penerbit: Ufuk Publishing House


3 Responses to “CLOCKWORK PRINCE: The Magister is still going strong”


  1. 1 kristiana s
    July 9, 2012 at 5:23 am

    heheheh, berhubung belum baca CA, no comment deh, mbak yuuuu.. tapiiii, memang selera kita sama bad boy tuh, sama, yaaaa..😀

    Liz freya

  2. 2 Ayu Siregar
    July 23, 2012 at 11:32 am

    Hi..hi.. Aja2 ad dh komentnya. Tp pas bgt g ad kurangnya.. Soal Jem atw Will aq jg bingung nh. Mw naksir spa y??
    Jace Wayland az lh. Krn lbh dkt zmannya.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s