01
Feb
12

THE HEIST SOCIETY/Pencuri Kelas Atas: Hati-hati, novel ini bisa bikin “pencuri” sebagai profesi yang diminati!

 

Serahkan pada Kat Bishop untuk bikin kerjaan sebagai pencuri sebagai kerjaan yang tampak glamor, cerdas, penuh tantangan, dan menjanjikan gelimangan harta. Not to mention, deretan cowok cakep :O)

Memasuki umur 15 tahun, Kat memutuskan untuk menjalani kehidupan normal: meninggalkan “bisnis’ keluarga dan sekolah di Colgan School-sebuah sekolah berasrama bergengsi. Sayang kehidupan normalnya cuma bisa berlangsung sekitar tiga bulan. Kat dikeluarkan secara tidak hormat karena “terbukti” sebagai pelaku pencurian mobil kepala sekolah-menaruh mobil itu di air mancur sekolah-memereteli dan menyimpan plat nomornya. Semua dengan bukti rekaman CCTV serta rekaman penggunaan kartu identitasnya untuk membuka pintu asrama.

Ternyata seperti dugaan kalian, Kat memang dijebak. Hale (WW. Hale kelima sih lengkapnya. Tapi sampai detik ini Kat tetap tidak pernah tau apa kepanjangan dari dua huruf W itu. Padahal mereka sudah gaul bareng cukup lama).

Hale melakukan itu semua (dibantu Gabrielle-sepupu Kat) bukannya tanpa alasan. Ayah Kat terjerat masalah. Arturo Taccone, seorang penjahat besar, kecurian koleksi lukisan. Payahnya, gaya mencurian dan postur si pencuri yang terekam kamera pengawas menyerupai Bobby Bishop. Padahal di saat yang bersamaan Bobby Bishop sedang melakukan pencurian di sebuah galeri yang jauh dari lokasi kastil Taccone. Alibi yang kuat kan? Tapi jelas gak mungkin banget alibi itu diutarakan, karena Bobby Bishop sedang diawasi secara ketat oleh Interpol.

Berbekal ancaman Arturo Taccone, Kat mengumpulkan bala bantuan yang bisa ia dapatkan, dan merencanakan strategi untuk menyelamatkan ayahnya (dan sahabat-sahabatnya). Kisah seru dan menegangkan yang dijalani dalam dua minggu perjalanan bolak-balik Amerika-Eropa.

Seru, lucu, cerdas, detail, dan bikin deg-degan.

Kalian pernah baca karya Sidney Sheldon? Novel ini sangat mengingatkan aku pada jalan cerita, tokoh utama (Kat Bishop-WW. Hale kelima vs. Tracy Whitney-Jeff Stevens), serta trik-trik yang digunakan di novel If Tomorrow Comes.

Yang memesona dari cerita ini adalah, bagaimana sebuah bisnis keluarga (pencuri bisa dianggap sebagai bisnis keluarga ya?) yang diwariskan secara turun temurun akhirnya menghasilkan generasi remaja kreatif dengan pikiran jeli dalam menyiasati hambatan-hambatan keamanan yang menghadang. Yang ini bikin aku jadi ingat tentang serial Gallagher Girls karya Ally Carter lainnya.

Tapi di satu sisi, kalau Gallagher Girls dengan mudah bisa masuk ke logikaku-kisah tentang sekolah agen rahasia berkedok sekolah swasta mahal yang merekrut remaja-remaja cewek jenius untuk dididik menjadi agen rahasia andal. Sekolah ini memiliki kurikulum yang lumayan ajaib. Hal ini yang bikin remaja-remaja yang bersekolah di dalamnya bisa mengatasi semua ujian berat serta menghadapi musuh sungguhan.

Nah, kemasukakalan ini yang belum aku temukan di dalam background yang melingkupi remaja-remaja pencuri ini. Mereka bahkan tidak bersekolah. Mereka mendapatkan mendidikan dari keluarga, mempelajari trik-trik dari yang paling sederhana, hingga yang sekelas mengatasi alarm serta sensor laser. Mereka mampu menyamar serta bepergian keliling Eropa tanpa dampingan orang dewasa. Agak terasa terlalu dipaksakan untuk masuk ke karakter dan kepribadian anak-anak usia 15-17 tahun, kan?

Oke, untuk bisa menikmati kisah ini sih aku sarankan, buang semua logika masalah umur tadi. Karena di luar poin tersebut, novel ini enak buat dinikmati. Alurnya cepat dibumbui dialog-dialog segar. Banyak lelucon yang menyisip di antara percakapan polos. Khas novel-novel remaja bikinan Ally Carter yang pernah aku baca sebelumnya.

Kalo ditilik dari pesan moral yang ada di dalamnya, jelas novel ini perlu panduan ketat dari ortu. Bayangin saja:

  1. Remaja memutuskan sendiri pilihan sekolahnya, sekaligus memanipulasi data biar bisa diterima? Nay!
  2. Profesi pencuri, dilakukan berjamaah, oleh segerombolan remaja? Triple nay!
  3. Ngelaporin ayah sendiri ke polisi (Interpol)? *geleng2 pala*
  4. Kelayapan keliling Eropa tanpa pengawalan anggota keluarga? Astaga!

Tapi di luar itu, kamu masih bisa dapat pesan positif yang disampaikan Ally Carter:

  1. Umur bukan pengghalang untuk melakukan tindakan-tindakan besar.
  2. Persahabatan bisa dilakukan antara cowok dan cewek.
  3. Jangan mudah percaya sama tampang ganteng dan sikap manis.
  4. Kemandirian dan kepercayadirian.

Bagaimana dengan cover-nya? Ummm, aku suka tuh. Kostum yang dikenakan si cewek di sono (jelas dia Kat Bishop kan?) pas banget untuk mem-visual-kan profesi pencurinya. Masih ditambah dengan pose pede dan kaki yang melangkah keluar dari bingkai keemasan.

Heist Society dirancang sebagai novel sekuelan. Buku kedua sudah beredar di pasaran Amrik dengan judul Uncommon Criminals. A must-read material buat kalian-kalian pengemar YA literatures.

Judul: HEIST SOCIETY/Pencuri Kelas Atas

Pengarang: Ally carter

Penerjemah: Alexandra Karina

Penerbit: Gramedia Pustaka Utama

ISBN: 978-979-22-78.0-6

Soft cover

Halaman: 326 halaman

Terbit: Desember 2011 (cetakan I)

Harga: Rp 45.000,-


1 Response to “THE HEIST SOCIETY/Pencuri Kelas Atas: Hati-hati, novel ini bisa bikin “pencuri” sebagai profesi yang diminati!”


  1. 1 nayacorath
    July 9, 2012 at 4:15 pm

    Yang pengen baca2 novel gratis lagi, mampir ke sini yukk!😉

    http://nayacorath.wordpress.com


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s