25
Dec
11

The Awakening-Penyadaran: Tiba-tiba menggelandang di jalanan plus masih juga dikejar-kejar komplotan

Chloe (necromancer) dan Rae (separo iblis) tertangkap Grup Edison (kelompok ilmuwan yang melakukan rekayasa genetis terhadap para subjek yang memiliki gen kemampuan supranatural) dan dimasukkan ke dalam program rehabilitasi mereka. Chloe berhasil mengetahui bahwa sejauh ini sudah ada tiga subjek yang dinyatakan gagal menjalani proses rehabilitasi (dan harus dihabisi): Amber, Brody, dan- teman sekamarnya di Rumah Lyle-Liz. Chloe memberitahukan fakta tersebut kepada Rae, dan temannya tersebut marah karena menganggap Chloe mengada-ada.

Akhirnya nasib malah membuat Chloe melarikan diri dari lab markas Grup Edison tersebut bersama musuh bebuyutannya, Tori (penyihir) setelah mengecoh pengawal-pengawal mereka yang menginginkan Chloe menunjukkan tempat pertemuannya dengan Derek (remaja manusia serigala) dan Simon (penyihir, saudara asuh Derek).

Dua gadis tersebut berhasil lolos dari pengejar-pengejar mereka dan bertemu dengan Derek serta Simon. Setelah kekecewaan dan kejutan yang mereka peroleh dari ayah Tori juga ayah Chloe (secara terpisah), mereka memutuskan untuk mencari Andrew Carson, teman dari ayah Derek dan Simon, kontak mereka terjadi situasi emergency.

Maka mulai lah petualangan mereka yang berlangsung selama beberapa hari menuju pinggiran New York. Di jalan mereka sempat terpisah karena Derek harus kembali menjalani proses Berubah yang menyakitkan. Sebelumnya, Tori berhasil menemukan kekuatan supernya, Chloe kembali (tak sengaja) membangkitkan mayat, dan Derek nyaris sekali lagi membanting musuhnya dengan tenaga super yang ia miliki. Petualangan mereka tambah seru karena Derek dan Chloe harus bertemu dengan musuh tambahan, dua orang werewolf yang sedang dalam perjalanan ke Albany.

Sesampai di rumah Andrew, keinginan untuk mendapat perlindungan terpaksa tertunda saat mereka menyadari Andrew tidak ada di rumah. Setelah itu keempat remaja tersebut malah harus kembali dikejar-kejar orang-orang Grup Edison.

Nah, bagaimana kelanjutan petualangan seru yang memadukan fantasy fiction, horor, misteri, dan sci-fi ini? Berhasilkan Grup Edison menangkap mereka? Siapa sajakah orang yang sebenarnya paling berbahaya dan paling jahat? Siapakah pengkhianat di antara remaja-remaja tersebut? Penasaran kan? Sebelum aku dapet lemparan sandal jepit karena bikin spoiler di sini, kayaknya mending sinopsis-nya cukup sekian saja deh😛

Well, masih sama menegangkannya dengan The Summoning. Adegan Chloe ketemuan dengan mayat-mayatnya tetep horor banget. Hehehe.

Meski begitu, efek terkaget-kaget waktu baca novel ini sudah gak separah pada saat aku baca The Summoning. Ceritanya lebih terfokus ke adegan kejar-mengejar. Kemampuan supranatural mereka yang tumbuh tidak banyak tereksploitasi di sini. (Mungkin) akan lebih memuaskan di The Reckoning.

Bisa dibilang, sebenarnya petualangan mereka kurang mendapat langkah maju sepanjang novel yang tebalnya 417 halaman ini. Apa yang menjadi pertanyaan mereka, siapa saja sebenarnya musuh mereka, masih belum banyak terjawab. Tapi mungkin itu memang cara Kelley Armstrong untuk menyimpan big bang di buku ke-3.

Di antara kejar-kejaran antara para remaja dengan Grup Edison, di antara ketegangan hubungan Derek-Chloe, Derek-Tori, Tori-Chloe, Tori-Simon, aku mulai nangkap sinyal-sinyal romance nih. Asiiiik. Kelley Armstrong munculinnya luwes banget, gak maksa “buruan jadian”. Jadi gak sabar pengen lihat kelanjutannya di The Reckoning. Walau kalo mau jujur, benernya aku sudah tau kelanjutan romance-nya. Hehehe :O) Tapi baca di edisi Indonesia-nya kan tetep nambah asik.

Nah, ngomong-ngomong soal edisi Indonesia, berarti bahasan musti nyampe ke terjemahan ya? Dibanding The Summoning, terjemahan The Awakening ini jauh lebih lancar, lebih pas, gak banyak kalimat aneh, gak banyak typo. Yang agak aneh cuma kalimat:

“Lebih baik daripada bajumu. Ingin punya kain baru, Rachelle? Kau kan cuma punya dua.”-hal. 73

Mungkin akan lebih nyaman terbaca kalo “kain” itu diganti saja dengan “pakaian” jika ingin menggunakan istilah yang beda dari kata “baju” di kalimat sebelumnya.

Kalimat aslinya (sebelum diterjemahkan) sih begini:

“Which is more than we can say for your wardrobe. Like another wrap, Rachelle? You’ve only had two so far.”

Lalu, bagaimana rasanya membaca novel ini? Duh, ngebayangin remaja-remaja berumur pertengahan belasan tahun yang musti keluar dari kenyamanan rumah yang biasa menaungi mereka, hidup menggelandang di jalanan dan dikhianati orang-orangtua yang seharusnya menjadi tumpuan kepercayaan mereka, sungguh bikin trenyuh. Apalagi kesulitan yang mereka hadapi itu akibat eksperimen nekat ilmuwan yang kebanyakan masih berhubungan darah dengan mereka. Boro-boro mikirin sekolah yang terbengkalai, nyelametin nyawa saja terbaca tertatih-tatih :”(

Singkat kata, dari sisi ketegangan, kehebohan, pembangkit dan penerus rasa penasaran, novel ini aku beri jempol tiga. Tidak seheboh novel pertama (kecuali bagian zombie-zombie-annya) tapi justru makin bikin jengkel karena musti nunggu sekuel berikutnya Khusus terjemahannya ada empat jempol untuk skala lima.

Nah, begitu deh laporan pandangan mata dari TKP. Semoga memuaskan rasa ingin tahu kalian-kalian yang butuh pendorong untuk beli. Semoga terbitnya The Reckoning gak selama penantianku nunggu The Awakening ini.

Judul: THE AWAKENING/PENYADARAN

Pengarang: Kelley Armstrong

Penerjemah: Melody Violine

Penyunting: Siti Aenah

Penerbit: Ufuk Publishing House

ISBN: 978-602-9159-86-8

Soft cover

Halaman: 417 halaman

Terbit: Oktober 2011 (cetakan I)

Harga: Rp 59.900,-


3 Responses to “The Awakening-Penyadaran: Tiba-tiba menggelandang di jalanan plus masih juga dikejar-kejar komplotan”


  1. June 12, 2012 at 7:59 am

    ini lanjutan dari the Summoning ya mba?
    izin copas juga ya…
    thx before…


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s