03
Oct
11

Antologi Rasa: Menyegarkan tapi melelahkan, satu lagi novel dengan protagonis yang sulit disukai

 

Cinta Denise pada suaminya yang tak berbalas. Cinta Ruly pada Denise yang tak berbalas. Cinta Keara pada Ruly yang tak berbalas. Cinta Harris pada Keara yang tak berbalas. Kalo mau ditambahkan, masih ada cinta Panji pada Keara yang juga tak berbalas. Ika Natassa merangkum semua rasa yang ada pada hati dan pikiran masing-masing tokoh dalam jalinan rumit di tengah keseharian, menghubungkan peristiwa demi peristiwa selama kurun waktu sekitar empat tahun. Lokasinya pun berpindah-pindah. Jakarta, somewhere in Sumatera, Singapura, Philipina, Bali ….

Seperti biasa, novel yang bernaung di bawah genre ciptaan Gramedia: Metropop ini mengemas kisah cinta perempuan urban. Ika Natassa memang termasuk yang ahli menuturkannya. Kerumitan perasaan yang dihadapi masing-masing tokoh bisa tersampaikan secara ringan karena gaya bahasa yang gaul banget.

Dari awal kita diajak terombang-ambing dari sudut Keara, pindah ke Harris, lalu Keara lagi, Harris lagi, dan seterusnya. Di tengah-tengah novel, pikiran dan point of view Ruly mulai masuk, kadang ditingkahi Panji di antaranya. Terus-terang, sebagai bacaan ringan novel ini cukup memusingkanku karena mengharuskanku memahami masing-masing tokoh secara empatif. Tapi sisi baiknya, bisa dibilang ini adalah sebuah kemajuan yang dibuat Ika Natassa. Pengarang ini mampu menunjukkan bahwa ia bukan hanya sekedar bankir yang cerdas, dengan bahasa Inggris yang licin dan pengetahuan bahasa Latin yang jempol banget. Tapi ia juga memahami psikologi dan mampu mengolah perasaan tokoh-tokohnya dalam alur cerita yang rumit tapi runut. Jalan ceritanya seolah-olah mudah diduga. Tapi yakin deh, kamu pasti gak bakal mengira bagaimana cara Ika mengakhirinya. Aku suka, karena jadi terasa realistis meski agak2 nggantung.

Sebagai tokoh utama dan protagonis di novel ini, Keara diceritakan sebagai cewek yang cantik, cerdas, easy going-agak2 sembarangan, Dengan kehidupan seks yang aktif dan penuh petualangan, aku agak heran saja ngeliat Keara bisa menerapkan standar ganda pada Harris sahabatnya. Membuatku sulit menjatuhkan simpati pada cewek satu ini.

Satu kekurangan yang aku rasakan selama baca novel ini (dan setelah baca novel-novel Ika Natassa lainnya: A Very Yuppy Wedding dan Divortiare) adalah, bahwa ia belum mau keluar dari zona nyamannya. Tiga novel yang ia garap semuanya berlatar dunia perbankan yang kental. Bukannya buruk, karena ia mampu menghadirkan tempat kerjanya sebagai setting yang hidup, tapi memangnya gak pengen ganti setting? Aku sih mengharapkannya di nvel keempat si Ika Natassa nanti ^_^

Overall, Antologi Rasa adalah bacaan yang lumayan asik. Tapi dibanding novel-novel Ika yang lain, aku menempatkan Antologi Rasa di peringkat ke tiga.

 

Judul: ANTOLOGI RASA

Pengarang: Ika Natassa

Editor: Rosi L. Simamora

Penerbit: Gramedia Pustaka Utama

ISBN: 978-979-22-7439-4

Soft cover

Halaman: 339 halaman

Terbit: Agustus 2011 (cetakan I)

Harga: Rp 48.000,-


2 Responses to “Antologi Rasa: Menyegarkan tapi melelahkan, satu lagi novel dengan protagonis yang sulit disukai”


  1. October 3, 2011 at 3:27 pm

    jadi makin penasaran membaca karya Ika Natassa, dulu pernah punya 2 nvel sebelumnya, tapi ‘lepas’ begitu saja tanpa sempat dibaca


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s