19
Jul
11

Oh.My-Gods: paduan Percy Jackson dan Kisah Klise Remaja dan Menghasilkan Novel yang Cute-Easy-Reading

Pheobe Castro (perhatikan cara nulisnya yang agak2 bikin keseleo deh. Nama seperti ini kan biasanya ditulis PHOEBE bukan PHEOBE) sudah merencanakan jalur kuliahnya sejak duduk di bangku SMP. Bersama dengan dua sahabatnya, Cesca dan Nola, mereka ingin kuliah di USC (University of South Carolina). Pheobe sangat terobsesi pada olahraga lari lintas alam dan ia mengharapkan beasiswa penuh dari universitas tersebut.

Rencananya berubah mengarah ke berantakan saat menjelang tahun terakhirnya di SMA. Ibunya yang pergi ke Yunani untuk reuni keluarga tiba-tiba pulang membawa kabar bahwa ia memutuskan untukĀ  menikah lagi. Bukan tahun depan, atau 3 bulan lagi, tetapi minggu depan, dengan pria yang ia kenal selama kunjungan ke Yunani. Belum cukup gila? Kabar itu masih ditambahi dengan keputusan ibunya untuk pindah ke Yunani mengikuti suami barunya. Pheobe harus ikut.

Masih ngambek dengan keputusan ibunya, Pheobe semakin marah saat tahu lokasi tempat tinggal baru mereka yang di pulau kecil di perairan Yunani. Plus tambahan Stella-si-saudari-tiri-jahat yang tidak diinformasikan sebelumnya oleh ibunya maupun Damian-si-suami-baru.

Kejutan belum selesai sampai di situ. Pheobe bahkan diberi informasi tambahan tentang sekolah yang ia tuju (tempat Damian menjabat kepala sekolah). Ternyata sekolah itu adalah semacam sekolah khusus bagi para keturunan dewa-dewi Olimpus. Dan tentu saja itu berarti Damian si kepala sekolah dan Stella-anaknya-yang-jahat adalah salah satu dari mereka.

Pheobe jelas ngamuk berat. Sudah ngerasa dicabut dari akarnya, masih dijerumuskan di tempat di mana ia bakal jadi makhluk inferior. Mana ia dilarang curhat soal itu kepada teman-teman Los Angeles-nya lagi.

Hari-hari di sekolah sesuai dengan perkiraan Pheobe. Ia jadi sasaran ejekan dan cemooh baik dari belakang maupun terang-terangan. Yang lebih buruk lagi adalah bahwa si kakak-tiri-yang-jahat masuk di kategori geng populer. Dan cowok yang ditaksir Pheobe ada di geng itu, plus dia ternyata jahat juga.

Pheobe harus menyeimbangkan kehidupannya di sekolah baru, keluarga baru, posisi di tim lari sekolah baru yang agak-agak gak aman, serta hubungannya dengan teman-teman lamanya. Belum lagi keinginannya untuk tetap mengejar si cowok ganteng yang jahat meski ia mendapatkan perhatian dari cowok baik hati yang gak kalah ganteng juga.

Bagaimana akhir kisah Pheobe Castro? Kayaknya aku cuma bisa menjanjikan happy ending lah.

 

Novel ini adalah karya Tera Lynn Childs yang petama kali publish di Amerika. Sampai saat ini ia sudah membuat beberapa novel sekuel young urban fantasy termasuk the mermaid tales (satu novel sudah aku kantongin untuk dibaca setelah ini: Forgive My Fins) dan serial tentang keturunan Medusa. Ia juga membuat beberapa novel chicklits.

Oh.My.Gods adalah novel yang ringan. Ceritanya sebenarnya lebih mengarah ke young adult saja. Tapi memang berbumbu fantasi. Tapi kefantasiannya kurang tajam tergali. Jangan bandingkan dengan serial Percy Jackson-yang sama-sama ngebahas tentang mitologi Yunani. Percy menceritakan tokoh-tokoh mitologi dan keturunannya dengan gamblang dan dalam. Trik-trik, kelebihan, dan kekejaman masing-masing tokoh di Percy Jackson menyatu erat dengan deskripsi yang dimunculkan tentang tokoh mitos yang dimaksud.

Dari hasil bacaku tentang Oh.My.Gods, para keturunan dewa-dewi Olimpus di novel ini hanya tampil seperti para ilusionis atau tukang sulap. Sifat-sifat bawaan khusus tidak dimunculkan secara spesifik. Semua orang bisa menjentikkan jari lalu cahaya berpendar dan tada! Suatu situasi berubah. Entah itu mereka keturunan Hercules/Heracles, Ares, Hera, Zeus, atau entah siapa. Untuk masalah ketelitian dalam menggarap tokoh mitologi, poin Tera Lynn Childs kurang jauh dibandingkan dengan Rick Riordan.

Nah, sekarang jika disorot dari sisi young adult, Tera Lynn Childs terasa kuat. Ia mampu menghadirkan drama khas kisah anak-anak SMA (geng, strata sosial di sekolah, intrik, dialog lucu dan cute) dengan lancar. Aku hampir saja dibikin lupa akan kelemahan di sisi fantasy saat aku sedang menikmati bagaimana interaksi Pheobe dengan Stella dan kroni-kroninya, serta percakapan Pheobe dengan sahabat-sahabatnya, serta hubungan Pheobe dengan cowok yang ditaksirnya.

Sayang Tera Lynn Childs di area young adult-nya kurang sabar dan berhati-hati. Hampir di semua konflik yang dimunculkan dengan mulus, ia mengakhirinya dengan terlalu tergesa-gesa. Segala macam permusuhan dan pertengkaran, tanpa dialog panjang untuk membahas permasalahan, sudah langsung ada adegan peluk dan saling pengertian. Jadinya agak sulit mengaitkannya dengan realitas emosi yang kita miliki.

Tapi aku cukup puas kok baca novel ini. Kelincahan bertutur dan plot yang kuat cukup menutupi kekurangan di sisi detail fantasy. Sebuah novel yang pantas dikoleksi bagi penggemar cerita happy ending dan teens. Meski buat penggemar fantasy –sekali lagi-agak kurang memuaskan. Buatku skornya tiga setengah bintang dari lima bintang yang tersedia. Belum cukup bikin aku kapok baca novel-novel karya pengarang ini selanjutnya.

 

Judul: Oh.My.Gods

Pengarang: Tera Lynn Childs

Penerbit: Elex Media Komputindo-Kompas Gramedia

ISBN: 978-602-00-0451-8

Soft cover

Halaman: 281 halaman

Terbit: Juli 2011 (cetakan I)

Harga: Rp 44.800,-

 


0 Responses to “Oh.My-Gods: paduan Percy Jackson dan Kisah Klise Remaja dan Menghasilkan Novel yang Cute-Easy-Reading”



  1. Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s