21
Jun
11

Clockwork Angel-Pasukan Tentara Clockwork yang Mengancam Keberadaan Nephilim dan Kerajaan Inggris

Theresa (Tessa) Gray yang masih berkabung atas meninggalnya bibinya, menyeberangi samudera untuk bergabung dengan kakaknya, Nathaniel (Nate) yang telah duluan tinggal di London. Sesampai di dermaga, ia dijemput dua orang perempuan tua yang memperkenalkan diri sebagai Mrs. Gray dan Mrs. Black, orang suruhan kakaknya.

Ternyata kedua perempuan tersebut malah mengajaknya ke Rumah Kegelapan, dan menyiksanya di sana untuk membuat Tessa mau mempelajari cara “berubah”. Jika ia tidak “berubah” maka kakaknya akan dibunuh oleh seseorang yang bernama Magister.

Di bawah tekanan, ancaman, dan siksaan, akhirnya Tessa bisa menguasai kemampuan “berubah”. Kemajuan tersebut membuatnya “layak” dipersembahkan kepada sang Magister untuk dijadikan istri.

Setelah usaha pelarian yang sia-sia, Tessa diselamatkan oleh Will Herondale, seorang Pemburu Bayangan (Nephilim pembasmi iblis) yang menyusup ke sarang Saudari Kegelapan. Misi penyelamatan itu berhasil melenyapkan Mrs. Black, dan membuat Mrs. Dark melarikan diri.

Tessa diajak ke Institut, markas Pemburu Bayangan di kota London. Di sana ia berkenalan dengan penghuni Institut: Pemburu Bayangan-Pemburu Bayangan lain seperti Charlotte dan Henry Branwell, penanggung jawab Institut, James (Jem) Carstair sahabat Will yang berpenampilan aneh, dan Jessamine Lovelace. Ada juga para pelayan Institute: Thomas, Sophie, dan Agatha.

Para Pemburu Bayangan menyelidiki menghilangnya Nate. Petunjuk membawa pada Axel Mortmain, mantan atasan Nate. Axel memberikan pengakuan yang mengarahkan ke Klab Pandemonium, sebuah klab malam tempat berbaurnya penghuni Dunia Bawah dengan Fana yang dijalankan oleh penguasa klan vampir London, de Quincey.

Penyelidikan juga menemukan fakta adanya makhluk-makhluk buatan manusia, automaton yang bergerak menggunakan komponen mesin jam. Makhluk tersebut disebut automaton. Mereka bisa bergerak berdasar perintah. Dibuat untuk mematahkan dominasi para Pemburu Bayangan, karena mampu “menjawab” titah mengenai keunggulan ras Nephilim: Yang tidak diciptakan di surga atau neraka, tidak bisa dihancurkan para Nephilim. Automaton adalah ciptaan manusia.

Bagaimana para Nephilim London bertahan menghadapi gempuran tentara automaton? Siapakah si Magister yang misterius tersebut? Bisakah Tessa menemukan Nate? Dan yang penting adalah, siapakah sebenarnya Tessa? Mengapa ia bisa “berubah” sedang Nate yang adalah kakaknya tidak bisa melakukan itu?

 

Pertama sebelum bicara banyak, aku musti menyampaikan salutku untuk Cassandra Clare. Sebagai pengarang, ia cukup sibuk dengan sekuel-sekuel Mortal Instruments yang belum kelar (saat itu), tetapi ia masih bisa menyisihkan  waktu untuk menggarap The Infernal Devices. Padahal setting-nya beda banget. Jaman Victoria. Berarti ia kan musti membuat riset baru tentang kondisi jaman itu plus situasi kota London yang jelas sudah banyak berubah pada saat ini.

Nah, dengan bekal salut tersebut, maka aku jadi bisa memaklumi banyaknya persamaan-persamaan yang (sebenarnya) bikin jidat lumayan berkerut:

Mau cari cowok ganteng dengan gaya menyebalkan dan temperamen yang gak bisa ditebak? Taruh kepribadian Jace lalu sandingkan dengan Will. Dari postur, kegantengan yang menawan, kekurangajaran, kecerdasan, mirip banget. Cuma deskripsi rambut dan warna mata yang dibuat berbeda.

Bagaimana dengan cowok lain yang tipe setia, baik hati, polos? Di Mortal Instruments kita punya Simon. Posisi itu dipegang oleh James Carstair di The Infernal Devices, tapi minus sifat kikuknya.

Belum puas? Ada tokoh cewek yang kecemplung di dunia Pemburu Bayangan tanpa sengaja. Cewek yang ternyata memiliki kekuatan dahsyat yang ia tidak sadari pada awalnya. Cewek cerdas yang bisa ngimbangin kekurangajaran si cowok tokoh pertama tadi. Di Mortal Instruments kita ketemu dengan Clarissa (Clary) Fairchild/Fray. Kepribadian yang mirip bisa didapat di The Infernal Devices saat kamu memahami si Tessa. Kalo mau lebih dimirip-miripkan, coba saja nama belakangnya. Fray-Gray.

Lalu sosok Jessamine Lovelace yang sepintas mirip dengan Isabel Lightwood.

Kemiripan-kemiripan tersebut memang agak mengganggu buat kita yang sudah akrab banget dengan sosok-sosok pemeran utama di Mortal Instruments. Untungnya Cassandra Clare mampu menghapus ketidakpuasan tersebut dengan kemampuan dia menggabungkan kepribadian masing-masing pemeran, sehingga sifat dan sosok mereka melekat dengan isi cerita, tidak sekedar mirip dengan serial Mortal Insruments saja.

 

Kalo dilihat dari sisi jalan cerita, seru banget. Terutama keberadaan para automaton yang mengingatkanku pada film-film horor tahun 80-an, yang saat itu didominasi kebangkitan para mayat hidup. Mayat-mayat hidup ini biasanya diceritakan mampu menguasai kota, membuat situasi kota menjadi genting menyeramkan.

Nah, bukannya ada mayat hidup di novel ini ya. Kegiatan necromancy saja cuma muncul di satu adegan saja. Tetapi penggambaran bagaimana para automaton bergerak, deskripsi ekspresi mereka, dan lain-lain memang mengingatkanku pada para zombie. Kalo kalian terlalu muda untuk mengingat film-film produk pop cuture tahun 80an, mungkin kalian bisa mengingat videp clip Michael Jackson, Thriller yang fenomenal itu. Nah, kayak gitu deh penggambaran tingkat keseraman yang aku tangkap.

Oke, buat kalian yang belum sempat baca novel ini, mungkin agak-agak bingung mendapati nama-nama keluarga dan makhluk-makhluk yang mirip dengan yang muncul di Mortal Instruments. Kebingungan kalian gak salah kok. Penjelasannya adalah, installments The Infernal Devices adalah prekuel dari serial Mortal Instruments. Maka jangan heran jika ada beberapa makhluk keusia panjang yang hidup di era Mortal Instruments, dan sudah muncul di The Infernal Devices macam Magnus Bane dan Camille.

Tetapi ada setitik kekecewaan saat aku selesai membaca novel ini. Oke, si Tessa punya kalung berbentuk malaikat yang dibuat dari komponen jam. Tetapi bagaimana kalung itu tiba-tiba bisa “hidup” dan menyelamatkan Tessa di saat genting, tidak ada penjelasan sampai akhir cerita. Kalung yang disebut-sebut berkali-kali ini juga membuatku jadi mengharapkan peran krusial lain darinya. Yang ternyata gak ada tuh. Sekali berperan, sudah. Habis saja. Peran si kalung terlalu sepele untung dijadikan judul novel, Clockwork Angel.

 

Sekarang tentang layout dan redaksional edisi Indonesianya ya ….

Desain cover-nya gak bisa dikomentari banyak, secara Ufuk menggunakan cover versi internasional. Kamu bisa lihat gaya yang mirip dengan yang muncul di Mortal Instruments: satu orang tokoh utama yang berdiri dilatarbelakangi situasi kota tempat cerita novel berlangsung. Di Clockwork Angel, kayaknya tokoh yang berdiri di cover adalah si William Herondale, meski penggambaran gantengnya buatku masih kurang menawan. Pelukisannya malah jadi mirip tampang Robert Downey Jr. saat ia muncul di Sherlock Holmes.

Terjemahannya gak membingungkan. Cuma sekali lagi, ada beberapa istilah yang sebenarnya gak perlu diterjemahin karena istilahnya sudah umum digunakan, masih kena babat kamus, macam townhouse yang diterjemahkan menjadi rumah kota. Tetapi aku banyak dibingungkan dengan beberapa typo yang muncul beberapa kali. Huruf-huruf besar di awal kata yang berada di tengah-tengah kalimat, padahal kata tersebut bukan merupakan nama, kutipan, dll. Pokoknya hanya tiba-tiba muncul huruf-huruf besar saja gitu deh. Bikin aku jadi mikir, “Ini si Ufuk sedang pengen alay kali ya,” :O)

 

Akhir kata … membaca novel ini membuatku menyesal. Kok gak dari dulu yak, aku beli dan baca? Mengapa aku bisa tertinggal sampai hampir empat bulan, padahal kehebohan pre-order-nya di facebook Ufuk Press sudah dimulai sejak bulan Februari? Mana serial keduanya, Clockwork Prince, bahkan belum beredar di Amrik sono😦

 

Judul: Clockwork Angel

Penulis: Cassandra Clare

Penerbit: Ufuk Press

ISBN: 978-602-8801-88-1

Soft cover

Halaman: 641 halaman

Terbit: Maret 2011 (cetakan I)

Harga: Rp 99.900,-

 


0 Responses to “Clockwork Angel-Pasukan Tentara Clockwork yang Mengancam Keberadaan Nephilim dan Kerajaan Inggris”



  1. Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s