15
Jun
11

(Lomba Resensi Buku Serambi 2011) Suddenly Supernatural:Arwah di Sekolah-Medium kecil yang berkepribadian maksimum

Tipikal gaya perempuan LSM: Berwawasan cinta lingkungan, hemat energi, tidak banyak menggunakan produk perawatan tubuh. Perempuan seperti ini juga biasanya tidak terlalu mengikuti tren berpakaian karena jenis baju yang biasa dikenakan adalah rok panjang berjumbai-jumbai, celana drawstring longgar, blus dengan bahan linen atau sutera mentah, syal, dan sandal teplek. Mereka menyukai aksesoris, tetapi biasanya pilihannya jatuh kepada aksesoris berbahan dasar tali temali, kayu, batu, dan serat. Itulah bayanganku tentang perempuan tipe LSM. Entah salah atau benar, buatku mereka tampak keren saja tuh.

Nah, seperti itulah ibu Kat tampak secara fisik. Tetapi ibu Kat bukan cuma aktif mengampanyekan “Hemat Energi” atau “berikan ASI yang Menjadi Hak Anakmu!” atau “Hentikan Pembantaian Paus” atau hal-hal semacam itu. Ia memang hemat energi, karena ia menggunakan sesedikit mungkin listrik dan lebih banyak menyalakan lilin sebagai penerangan di dalam rumah, tetapi itu bukan masalah besar buat Kat. Yang menjadi beban untuknya adalah, bahwa ibunya adalah seorang MEDIUM. Ngerti medium kan? Bukan medium dalam arti tengah-tengah antara small dan large. Medium yang ini berarti perantara. Lebih tepatnya adalah penghubung antara orang yang sudah mati dengan orang yang masih hidup. Para medium ini bisa mendengarkan dan melihat arwah, dan mereka menyampaikan kehendak para arwah yang belum terlaksana kepada para kerabat atau teman yang masih hidup. Arwah-arwah itu baru bisa tenang di kehidupan barunya jika kehendak atau masalahnya di dunia sudah terselesaikan. Dan ibu Kat dengan senang hati membantu mereka.

Sebenarnya Kat tidak memiliki masalah dengan profesi ibunya, meski profesi itu tidak bisa memberikan penghasilan yang besar, dan ayahnya sudah lima tahun meninggalkan mereka. Masalahnya, ia tahu bahwa profesi semacam itu bukan jenis profesi orangtua yang bisa diobrolkan dengan teman-teman. Bayangkan saja kalo kamu bilang bahwa kamu punya ibu yang bisa ngobrol dengan arwah dan kemudian arwah-arwah tersebut bisa bikin ribut di dalam rumahmu. Pasti teman-temanmu bakal ketakutan, kan? Masih mending kalo cuma ketakutan. Kalo lalu beredar gosip bahwa ibumu adalah orang sinting? Karena itulah Kat selalu deg-degan jika ada temannya bertandang ke rumah. Ia takut kunjungan temannya bertepatan dengan sesi pemanggilan arwah yang sedang dilakukan ibunya.

Kat sendiri nggak pernah ngaku kepada ibunya kalo sejak ulangtahunnya yang ke-13, ia juga bisa melihat arwah. Punya ibu yang masuk kategori aneh sudah merupakan beban. Jangan jadikan dirimu yang ternyata juga aneh menjadi beban tambahan dalam pergaulan di sekolah. Kira-kira begitu deh pendapat Kat untuk membenarkan tindakannya menyembunyikan kemampuannya.

Suatu hari, salah satu cewek paling populer di sekolah (selalu begitu ya?) menyapanya. Cewek itu, Shoshanna Longbarrow, ingin mampir ke rumahnya untuk mengerjakan tugas kelompok. Terpaksa deh, Kat menyetujui. Kesempatan gaul dengan cewek populer kan tidak datang setiap hari. Dan hal itu jelas-jelas bakal bisa mengangkat kasta Kat jika ia memainkan perannya dengan tepat.

Nah, benar saja, ketakutan Kat terjadi. Saat ia sedang ngobrol lumayan seru dan klop dengan Shoshanna, hantu-hantu yang dipanggil ibunya mulai bertingkah. Awalnya cuma temperatur yang menurun secara drastis. Tetapi kemudian diikuti dengan suara-suara berisik dan benda-benda yang mulai bergerak tanpa disentuh. Shoshanna ketakutan, dan berlari pulang. Tapi tidak sebelum melontarkan ancaman untuk menyebarkan kejadian itu ke seluruh sekolah.

Di tengah hari-harinya yang penuh ketakutan jika Shoshanna menjalankan ancamannya, Kat berkenalan dengan Cewek Selo. Namanya sih Jacqueline, dan ia minta dipanggil Jac. Tetapi cewek ini selalu menyeret-nyeret tas selo ke manapun ia pergi di sekitar sekolah. Jadi ia dikenal sebagai Cewek Selo. Cewek Selo ternyata tidak seaneh bayangan Kat. Ia bahkan menyenangkan untuk diajak berteman. Dan kenyataan bahwa Kat juga aneh karena bisa melihat arwah malah justru dianggap keren oleh Jac.

Masalah Kat tidak berhenti hanya sampai di situ. Ia mulai dikejar-kejar sesosok arwah murid yang meninggal puluhan tahun lalu. Namanya Suzanne Bennis. Suzanne yang sering muncul di perpustakaan memiliki masalah dan ia minta Kat untuk bantu. Tetapi Kat sendiri masih merasa aneh dengan bakat barunya itu. Belum lagi ia juga sedang menghindar dari ejekan kroni-kroni Shoshanna yang dipimpin Brooklyn Bigelow. Ia tidak punya waktu untuk membantu arwah. Sayangnya ternyata keberadaan arwah itu berkaitan erat dengan masalah yang juga sedang dihadapi sahabatnya, Jac. Sehingga terpaksa Kat melibatkan diri membantu karena ia melihat Jac juga membutuhkan bantuan. Bagaimanakah cara Kat menghadapi siksaan yang dilancarkan Brooklyn? Bagaimanakah Kat mengusahakan bantuan bagi Suzanne dan Jac? Apakah akhirnya Kat meminta bantuan ibunya? Apakah masalah Kat hanya berhenti di situ saja?

Membeli Suddenly Supernatural-yang diindonesiakan dengan judul Arwah di Sekolah-cukup dilematis buatku. Membaca resume-nya di internet, membuatku tertarik untuk beli. Tetapi, begitu nyampe ke toko buku, aku agak-agak ragu juga, secara sampulnya kok anak-anak banget ya? Hal ini membuatku beberapa kali gagal membeli. Akhirnya karena stok novel yang menarik perhatianku di toko sudah habis dan yang baru belum muncul di sono, aku nekat beli juga. rasa malesku ternyata gak berhenti di situ saja. Di rumah, novel ini sempat aku biarkan nganggur juga. Hehehe, belum rela baca novel bergenre tweens.

Sampai giliran aku harus membacanya, aku tarik lagi deh semua ragu yang sudah aku lempar ke permukaan. Novel ini menarik banget, asal kamu-kamu yang sudah lewat usia abege membacanya dengan membuang semua referensi dewasamu. Jadilah abege, tempatkan dirimu di pikiran dan situasi mereka, maka kamu bisa menikmati novel ini dengan nyaman. Mengapa begitu? Mengapa musti menyamar jadi abege dulu, secara novel ini (paling tidak installment yang ini) tidak menyajikan cinta-cintaan?

Yee, masalah abege kan bukan di cinta monyet doang. Hidup mereka rumit juga lho:

1. Mau lihat konflik batin abege yang mulai merasakan krisis pergaulan karena tingkah-polah ortu? Ada.

2. Mau bumbu kehidupan sekolah menengah yang penuh hirarki kasta? Ada juga.

3. Pengen lihat si tokoh nemu sahabat? Jelas ada.

Hidup menjadi abege tidak mudah. Aku tahu itu, karena aku kan pernah jadi abege juga bertahun-tahun lalu😛 Tren mungkin memang sudah berubah, tetapi tekanannya masih sama. Abege mana yang gak pengen diterima teman-temannya? Untuk bisa diterima di pergaulan, rumus paling gampang yang mereka jalankan adalah melakukan adaptasi dengan cara mengadopsi perilaku yang secara umum dijalankan peer group-nya. Berani berbeda, maka musti siap dicela dan dianggap aneh sepanjang masa pubertas, atau sampai kelulusan.

Kehidupan di sekolah sudah banyak banget dibahas di novel-novel bergere tweens dan teens. Novel-novel horor sedang banyak beredar juga di pasaran. Jadi gabungan genre tweens/teens dengan horor jelas sudah pernah ada di pasaran. Bagaimana cara Suddenly Supernatural menembus deretan novel-novel sejenis hingga memiliki unique selling point?

Suddenly Supernatural memang tidak menawarkan banyak hal baru. Tapi di tengah banyak ketidakbaruan itu, ada setetes hal yang mengharukan bagiku. Novel-novel remaja lain, biasanya akan sibuk menggabungkan problem sekolah, problem dengan lawan jenis, dan problem saling tidak memahami dengan ortu. Di sini, meskipun mengalami dua di antaranya, Kat hanya memandang satu sebagai masalah utamanya. Dia adalah anak manis yang bisa menerima keanehan ibunya. Kat memberikan contoh kedewasaan tweens dalam memecahkan masalah.

Karena itu aku bilang sih, novel ini layak dibaca ibu-ibu yang ingin tahu isi pikiran anak-anak (pra) remajanya, dan sebaiknya dibaca para (pra) remaja karena selain kisah spooky yang cukup memikat, ada wise thought in disguise-nya, bahwa selaku medium yang baru saja menemukan bakatnya, Kat ada di posisi maksimum di tingkat kedewasaan sebagai (pra) remaja🙂

Yang menyenangkan lagi, meskipun happy end, Elizabeth Cody Kimmel masih melanjutkan kisah-kisah Kat ini ke serial-serial berikutnya. Jadi, aku bilang sih … siap menunggu munculnya sambungan Suddenly Supernatural berikutnya ^_^

Judul: SUDDENLY SUPERNATURAL/ARWAH DI SEKOLAH

Pengarang: Elizabeth Cody Kimmel

Penerbit: ATRIA

ISBN: 978-979-024-467-2

Soft cover

Halaman: 207 halaman

Terbit: Desember 2010

Harga: Rp 35.000,-


0 Responses to “(Lomba Resensi Buku Serambi 2011) Suddenly Supernatural:Arwah di Sekolah-Medium kecil yang berkepribadian maksimum”



  1. Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s