10
Jun
11

Party Season-Musim Pesta: Bacaan Baruku yang Bergenre Agak Jadul

Beberapa hari yang lalu, pas sedang ngantre di kasir TB Gramedia Slamet Riyadi, ada mbak-mbak yang ngajak ngobrol, “masih suka baca chicklit ya?” kayaknya dia heran saja.

Aku maklum dengan pertanyaan dia. Memang sih, sekarang sudah lewat dari demam chicklit. Gramedia Pustaka Utama saja sebagai penerbit yang bertanggung jawab menyebarkan virus chicklit di awal tahun 2000-an sudah gak melanjutkan niatnya untuk ngeluarin setidaknya satu judul per bulan. Sekarang cewek-cewek dewasa sedang suka dengan genre historical romance. Biasanya setting yang diambil adalah jaman tahun 1800-an atau 1700-an.

Tapi hari itu aku memang sedang pengen baca cerita yang agak modern. Sedang bosen gaul dengan kuda, duel, petticoat, renda, pedang, dan tumpukan surat cinta yang diikat pita. Jadi terpilih deh PARTY SEASON bikinan Sarah Mason untuk masuk ke tas belanjaku.

Ceritanya tentang Isabel Serranti, party planner yang baru putus dari pacarnya, Rob Gillingham. Berkat bibinya yang suka ngobrol, ia ketiban kerjaan untuk merancang dan penyelenggarakan pesta amal di estat tempatnya tumbuh besar dulu, Pantiles. Padahal Isabel punya kenangan buruk tentang Pantiles yang membuatnya tidak mau menginjak tempat itu lagi. Kalau bisa, selamanya.

Akhirnya atas desakan bosnya, Gerald, karena tahu kedekatan emosional Isabel dengan Pantiles-minus traumanya terhadap estat itu-Isabel malah harus menjadi pelaksana pesta di sana. Waktu yang ia miliki untuk persiapan hanya satu bulan, padahal tema yang diminta panitia adalah sirkus. Jadilah Isabel harus tunggang-langgang mempersiapkan acara itu (dibantu sahabatnya yang agak-agak nyebelin, si Dominic) dan terpaksa harus sering nginep di Pantiles.

Penghuni Pantiles tetap seramah yang ia ingat dulu. Ada Monty yang pasa masa kecil Isabel adalah tuan tanah di sana, ada Will anak kedua Monty yang menjadi manajer estat, ada tambahan Mrs. Delaney dan anaknya, Harry, lalu ada Aunt Flo yang eksentrik. Terakhir, Isabel juga harus (sering) bertemu dengan Simon Monkwell, anak pertama Monty, mantan sahabat masa kecilnya yang sekarang sukses menjadi pengusaha sukses dengan citra buruk di London.

Simon adalah sumber trauma masa kecil Isabel. Setelah melewatkan dua tahun bersahabat erat, tahu-tahu tanpa peringatan dan penyebab yang bisa diingat Isabel, Simon secara drastis menjauhinya. Bukan cuma itu, Simon kecil bahkan menjadi penindas yang kejam. Meninggalkan Isabel di tengah hutan pada waktu malam, menguncinya di dalam kamar kosong atau lemari selama berjam-jam, mengguyurnya dengan seember serangga, dll.

Pertemuan pertamanya dengan Simon membuatnya heran. Simon seakan “lupa” pada kejadian-kejadian itu. Ia tidak bersikap memusuhi, tapi juga tidak tampak ingat kepada kenangan masa lalu mereka. Isabel sendiri berusaha bersikap profesional dan terlibat sesedikit mungkin dengan Simon Monkwell.

Simon yang sedang disibukkan dengan rencana akuisisi sebuah perusahaan besar di Inggris harus menemui masalah saat kehidupan pribadi dan masa lalunya diutak-utik di media. Ia menuduh Isabel sebagai sumbernya. Karena hanya Isabel yang orang baru di lingkungan itu, dan ia juga akhirnya menyinggung bahwa Isabel punya motif, karena dendamnya terhadap Simon.

Di tengah kesibukan mempersiapkan pesta, Isabel akhirnya harus menghadapi perasaannya yang kembali teraduk-aduk kenangan masa kecil. Ia juga harus membuktikan bahwa ia tidak (terlalu) bersalah atas kerunyaman bisnis yang dihadapi Simon.

 

Sesuai rumus chicklit, pasti ceritanya ringan, ber-setting jaman sekarang, ada cinta-cintaan, dan alurnya mudah ditebak. Tidak banyak hal baru yang ditawarkan. Kitsch, kitsch, kitsch, period.

 

Tetapi ada beberapa hal yang bisa aku garisbawahi. Kekuatan PARTY SEASON sebagai bacaan yang lumayan enak.

  1. Tokohnya, Isabel Serranti adalah cewek yang tau apa yang ia kerjakan. Ia tidak konyol, tidak manja, tidak pemabuk atau perokok (tanpa mengurangi rasa hormat kepada para penyuka booze dan rokok, di chicklit-chicklit yang aku baca, banyak cewek yang dikisahkan sebagai tokoh yang serampangan dengan kebiasaan mengepulkan asap tanpa henti dan mabuk-mabukan sampai muntah setidaknya seminggu dua kali).
  2. Setting pertanian keluarga di tengah desa membuat pengarangnya bisa dengan leluasa memasukkan unsur-unsur pedesaan seperti jerami, serangga, dll sebagai bahan joke segar.
  3. Ada tokoh-tokoh sahabat dan saudara yang konyol, lucu, tapi setia. Rumus klise chicklit yang tetap enak untuk menjadi bumbu cerita.
  4. Last but not least, tidak ada adegan seks. Yes! Sori, bukan bermaksud untuk menjadi hipokrit dengan bilang kalo aku kurang suka baca kisah-kisah dengan bumbu seks yang menggebu. Tetapi memang begitulah kenyataannya. Secara pribadi, aku suka kisah-kisah dengan bumbu romance atau malah kisah romance tok. Adegan seks yang eksplisit buatku malah merusak romantisme cerita. Dan hal ini banyak banget didapat dari novel-novel dewasa. Apalagi chicklit. Biasanya novel ber-genre ini penuh taburan adegan ranjang yang bikin celana basah. Gak enak banget kan baca sambil musti ganti pakaian dalam berkali-kali?

 

Jadi itu deh … di antara gempuran novel-novel fantasy fiction dan historical romance, aku masih menyarankan kalian untuk berhenti sejenak dan cekikikan dikit sambil baca PARTY SEASON. Kisahnya dijamin ringan, mudah dicerna, dengan terjemahan yang lancar tanpa banyak typo. Karakter tokoh-tokoh penggembiranya pun kuat, sehingga membuatku menyukai tokoh Aunt Flo yang flamboyan dan kleptomaniak, serta Aunt Winnie yang serampangan dan ngomongnya kenceng banget.

Desain sampulnya sih biasa banget. Aku kurang tau apa maksud kotak-kotakan di sekujur sampul, meski secara visual tetap enak dilihat. Tetapi kalo boleh pilih, aku sih lebih suka desain sampulnya yang asli dari Inggris sono. Lebih girly soalnya. Singkat kata, aku gak nyesel beli novel ini meski genre-nya sudah out of date ^_^

SourceURL:file://localhost/Users/Bening_Tri_Swasono/Desktop/PARTY%20SEASON.doc @font-face { font-family: “Times New Roman”; }@font-face { font-family: “Trebuchet MS”; }p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal { margin: 0in 0in 0.0001pt; font-size: 12pt; font-family: “Trebuchet MS”; }table.MsoNormalTable { font-size: 10pt; font-family: “Times New Roman”; }div.Section1 { page: Section1; }

Judul: PARTY SEASON

Penulis: Sarah Mason

 

Penerbit: Gramedia Pustaka Utama

ISBN: 978-979-22-7076-1

Soft cover

Halaman: 436 halaman

Terbit: Mei 2011

Harga: Rp 50.000,-

 

 


0 Responses to “Party Season-Musim Pesta: Bacaan Baruku yang Bergenre Agak Jadul”



  1. Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s