16
Mar
11

Cherry Crush-Pengalaman baru menyelami protagonis yang tidak membuatku jatuh simpati

Sebagai cewek yang sama sekali gak populer di sekolah, Cherry Costello sangat menanti-nanti saat ia akan pindah dari Glasgow ke kota baru, ke sekolah baru, karena itu berarti ia bakal punya kesempatan untuk memulai segalanya sebagai orang baru juga. Tapi bukan berarti Cherry tidak dihantui rasa takut. Karena awalan baru ini berarti ia harus berusaha keras untuk menjadi orang yang pantas untuk disukai, layak untuk disayangi. Apalagi awalan baru ini di tempat keluarga pacar bokapnya.

Charlotte Tanberry, pacar bokap Cherry ternyata bukan hanya Charlotte seorang. Menjelang kepindahannya Cherry baru tahu kalau Charlotte sudah punya empat orang anak gadis-Honey, Skye, Summer, dan Coco-yang cantik-cantik dan beranbut pirang, dan masing-masing tampak ceria, populer, dengan membawa bakat alami yang berbeda-beda. Jauh banget dengan Cherry yang pendiam, tanpa teman, dan terkenal sebagai tukan bohong, atau anak dengan imajinasi yang hiperaktif, tergantung dari sudut mana kita mau menilai.

Di Tanglewood House, penginapan bed & breakfast yang dikelola keluarga Tanberry, Cherry menemui fakta kalo awal baru yang ia harap agak-agak sulit terlaksana. Honey Tanberry, anak sulung Charlotte langsung menunjukkan kebencian di menit pertama pertemuan mereka. Untung saudara-saudara yang lain mau menerima Cherry dengan tangan terbuka.

Di antara keseharian Cherry berusaha menyesuaikan diri dengan irama hidup penginapan, Cherry juga berharap harap cemas dengan bisnis cokelat yang ingin dimulai bokapnya di sana. Bisnis ini sangat didukung keluarga Tanberry-minus Honey-sehingga mereka semakin akrab dalam merencanakan produk dan pemasarannya. Bahkan akhirnya Honey tergerak untuk ikut terlibat. Harapan Cherry untuk segera melihat kedua keluarga benar-benar menyatu semakin mengembang.

Sayang, Cherry merusak kebaikan mereka dengan kebiasaan buruk yang sudah lama ia jalani di Glasgow. Sayang juga usahanya untuk mendekati Honey terganjal rasa sukanya pada Shay-pacar Honey. Hidup Cherry memang penuh kesulitan yang kebanyakan terjalin dan berakar dari kelakuan Cherry sendiri.

Membaca Cherry Crush membuatku menemui satu pengalaman baru sebagai pembaca novel fanatik. Cherry adalah satu-satunya protagonis novel yang pernah aku baca sejauh ini yang sangat sulit untuk diberi simpati. Setiap langkahnya selalu tidak tepat. Semua tindakannya selalu mengarah pada kesalahan. Belum lagi sejak awal memang kita tahu kalo Cherry adalah:

  1. Pembohong
  2. Tidak mampu membela diri sendiri
  3. Main mata dengan pacar orang lain
  4. Hidup di angan-angan
  5. Nggak pedean
  6. Dll, dll, dll.

Tapi dipikir-pikir lagi, Cathy Cassidy mengajak aku untuk mencoba mendalami anak remaja bermasalah. Halaman demi halaman, di antara semua kelembekan Cherry, aku ditarik untuk mulai memberi empati. Bahwa semua sifat buruk dan kelemahan gadis ini disebabkan masa lalu yang kurang enak. Semua sifat kurang baiknya adalah usaha-usaha putus asa Cherry untuk mendapat simpati dan pertemanan yang selama ini tidak ia miliki.

Akhirnya aku hanya bisa berpikir kalo aku jadi Cherry, mungkin akhirnya aku juga bakal berbohong. Kalo aku semiskin Cherry, mungkin aku bakal berandai-andai. Dan karena terlalu lama berandai-andai, aku akhirnya bisa juga jatuh ke kebohongan yang bersambung-sambung.

Tapi Cherry kurang didukung bokapnya. Memang sih si bokap sayang sama dia. Tapi keterlibatannya kurang banget untuk mengganti hilangnya sosok ibu. Bahkan aku rada menangkap keegoisan si bokap yang bisa-bisanya pergi pacaran ke kota Charlotte dan meninggalkan Cherry di Glasgow dengan tetangga flat mereka. Di Tanglewood juga si bokap terlalu sibuk dengan mimpi pabrik cokelatnya, hingga Cherry harus bersusah payah menghadapi calon saudara tiri seperti Honey yang persis saudara tiri Cinderella jahatnya.

Novel ini layak banget jadi selingan di antara genre YA yang biasa aku baca. Apalagi setelah sampai ke ending. Wow, serasa membaca novel psychological suspense thriller dengan sikap Honey yang aneh di menaranya. Pantes saja dia bersikap aneh sih, secara Honey sedang super kecewa karena bokapnya tiba-tiba pindah kerja dan pacarnya mutusin dia. Aku jadi menunggu-nunggu lanjutannya nih. Kayak apa jadinya hubungan Cherry-Honey-Shay? Bagaimana Cherry masuk ke sekolah baru? Sayang kayaknya di seri berikut giliran Skye yang jadi tokoh utama. Ketauan banget dari judulnya, Vanilla Skye.

Judul: Cherry Crush-The Chocolate Box Girls

Pengarang: Cathy Cassidy

ISBN: 978-602-8801-81-2

Penerbit: Ufuk Publishing

Terbit: Maret 2011

Soft Cover

Hal: 327

Harga: Rp 44.900,-


0 Responses to “Cherry Crush-Pengalaman baru menyelami protagonis yang tidak membuatku jatuh simpati”



  1. Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s