16
Jan
11

Crescendo-Pertentangan nephilim dan kaum malaikat yang mirip perang antar geng

Ini deh susahnya bikin review untuk novel sekuelan. Mau gak mau pasti bakal hazardous content. Nyerepet spoiler. Kalo perlu baiknya pake tag: Parental Advisory. Hehehe, whatever!

Kalo dulu pas baca Hush, Hush, aku sempat berpikir banyak:

• Kenapa juga kematian bapak si Nora gak dibikin jadi cerita tersendiri?

• Meski jahat, aku juga kurang puas dengan porsi Marcie Millar yang cuma segitu doang. Harusnya ada alasan yang melatarbelakangi sikapnya.

• Kenapa Rixon yang kayaknya seksi banget cuma segitu doang perannya?

• Terus kalo dibikin sekuel beneran, si Patch mau semembosankan apa, secara sekarang dia bukan malaikat terbuang, tapi sudah jadi malaikat pelindung?

Dan banyak lagi.

Untung semua plot yang mampir di otakku yang kurang kerjaan tergambar gamblang di Crescendo. Sebagai pengenal dulu, Crescendo ini adalah sekuel Hush, Hush (salah satu novel favoritku sepanjang masa). Ceritanya cuma berawal dari masa dua minggu setelah Hush, Hush berakhir, setelah sebelumnya ada flash back dikit tentang kejadian tertembaknya bapak Nora.

Yuk, mulai ya …. Punya malaikat pelindung ternyata nggak menjamin hidup manusia (Nora) jadi jauh lebih enak. Gadis itu tetap saja musti menghadapi dosis bullying harian dari Marcie, musti ketakutan menghadapi kemungkinan dapat nilai pas-pasan di pelajaran Kimia, kehabisan duit, dan lain-lain. Belum lagi ternyata kembali jadi malaikat nggak bikin Patch jadi alim. Cowok itu tetap saja kadang nyebelin, sok berahasia, dan parahnya malah memberi perhatian lebih ke musuh bebuyutan Nora.

Nggak tahan dengan situasi ini, Nora akhirnya memutuskan hubungan dengan Patch, dan malah ngasih angin ke Scott, teman masa kecilnya dulu yang muncul lagi. Scott juga tampaknya nggak lebih baik dari Patch. Cowok itu kayaknya dulu terlibat dengan geng yang bikin nyokapnya memutuskan balik ke kota kecil mereka. Jalan bareng Scott selain nyebelin, juga membuat Nora musti kena banyak masalah yang bikin dia harus kembali berkali-kali diselamatkan Patch, padahal dia sudah menolak kehadiran Patch sebagai Malaikat Pelindung. Plus Patch kayaknya malah pacaran dengan Marcie.Nah, Scott ini ternyata termasuk nephilim generasi pertama. Maka sekali lagi Nora musti terlibat dengan kelompok yang bertentangan: nephilim-malaikat terbuang-malaikat yang masih bertugas.

Baca Crescendo bikin aku jadi ingat mengharu-birunya pacaran jaman masih SMA dan kuliah dulu. Gimana rasanya marahan dan putus dengan pacar, gimana perasaan kita saat tahu mantan kita sudah move on sementara kita masih menghabiskan waktu menangisi dia malam-malam. Belum lagi gimana kita kecapekan sendiri karena memaksakan diri musti buruan nyari teman kencan hanya biar supaya nggak kesepian dan untuk nunjukin kalo kita sudah move on juga (yang padahal belum). Becca Fitzpatrick bisa bikin aku jadi terombang-ambing antara sebal pada Nora, benci Patch, jijik sama Scott, pengen nampar Marcie, lengkap deh. Aku sampe nggak tau, sebenarnya di novel ini aku musti berpihak pada siapa sih? Akhirnya aku sih memutuskan Rixon aman jadi good guy. Tapi ternyata … hihihi (sensor).

Kisah Crescendo agak lebih rumit dari Hush, Hush. Tapi bukan berarti lebih jelek lho. Rumit di sini karena ternyata cerita melibatkan banyak orang. Bahkan ibu Nora yang di novel pertama selamat dari banyak bahasan, ternyata di sini punya peran cukup gede, meski porsi dialog dan adegannya malah lebih dikit. Di sini kita jadi tau, dari mana darah nephilim yang masih mengalir di tubuh Nora berasal.

Sebagai novel, Crescendo menampilkan konflik yang kuat, jalan cerita yang rapi, meski aku sempat kuatir Becca Fitzpatrick bakal terjebak pada situasi menggalau abis a la Bella Swan pas ditinggal Edward di New Moon. Untungnya nggak. Karena di sini, meski putus dan sedih dan sempat digambarkan semi depresi bentar, Nora masih bisa menjalani hidupnya dengan biasa. Dia bahkan beberapa kali sempat interaksi lagi dengan Patch, terlibat dialog-dialog konyol dan menjengkelkan. Nora nggak cengeng. Sayangnya porsi kelompok arch angel (penghulu malaikat) nggak gitu jelas. Di sini jadinya malah kesannya jadi kayak perang antar geng biasa.

Sebagai dongeng aku nggak bisa komplain, masih nyaris sempurna seperti Hush, Hush. Cover-nya juga bisa cerita banyak (meski kualitas kertasnya bikin kecewa. Soalnya tipis dan mudah rusak). Apalagi kalo kamu bisa dapet gambar versi lengkapnya. Di versi lengkap novel, gak cuma Nora saja yang kliatan sedang berdiri di tengah hujan, tapi ada Patch yang siap jalan menjauh. Persis dengan jalan cerita di mana mereka putus dan Patch malah pacaran dengan Marcie. Tapi kekuatiranku menghadapi ending yang kurang memuaskan akhirnya terjadi juga di sini. Kalian masih ingat film-film thriller suspense yang menjamur di era awal 90-an (Basic Instinct, Raising Cain atau Cape Fear) horor pembunuh berantai di pertengahan hingga akhir 90-an (Scream, I Know What You Did Las Summer, Cruel Intention), dan di awal 2000-an ada What Lies Beneath? Nah, ingat benang merah film-film ini nggak? Aku ingetin ya, di akhir cerita saat kita kira semuanya sudah jelas dan terpecahkan dan tokohnya boleh menarik napas lega, tiba-tiba ada teriakan khas, atau tulisan seram yang persis dengan tulisan di awal cerita, atau tangan yang tiba-tiba keluar dari TKP. Habis itu, langsung deh credit title. Seram, sekaligus nyebelin.

Nah, Crescendo juga menghadirkan sensasi ini. Dan aku musti nunggu akhir 2011 (Oktober yak?) untul rilisnya Tempest (Sekuel-3) di Amrik sono. Jadi bisa kebayang kan, kapan terbitnya di sini? Oh my dog ….

Crescendo
Penerbit: Ufuk Publishing
ISBN: 978-602-8801-54-6
Ukuran: 14 x 20.5 cm
Halaman: 548 halaman
Terbit: Desember 2010
Harga: Rp 79.900,-

3 Responses to “Crescendo-Pertentangan nephilim dan kaum malaikat yang mirip perang antar geng”


  1. 1 Kristiana S
    June 3, 2013 at 11:22 am

    wakakaka.. ngakak baca bagian paling bawah.. ‘oh my dog’?? boleeeh, boleeehhh..🙂
    aku baru tahu, kalo tadinya buku ketiga mau dikasih judul tempest😮

  2. June 3, 2013 at 11:50 am

    iya Liz, berhubung ripiu ini ditulis sebelum info tentang buku ke-3 komplit keluar, jadinya judul yang tertulis adalah judul yang direncanakan di awal: Tempest, bukannya judul yang akhirnya dipakai, Silence😉

  3. 3 devita
    February 4, 2014 at 6:32 am

    mauu belii…siap yg masih jual???


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s