05
Dec
10

Evermore-Will I ever think to buy more of this author’s books?

Akhir-akhir ini aku begitu kebius oleh dongeng-dongeng YA, khususnya yang ceritanya nyerempet dunia fantasy & supranatural hingga maen borong setiap ada yang baru muncul di pasaran. Sebut saja yang muncul di awal … Darren Shan Saga. Lalu setelah itu berturut-turut ada Twilight Saga, Mortal Instruments, The Mediator, Fallen, The Wolves, novel-novel Maggie Stiefvater, dll dll.

Tapi itu gak nutup kedudulan saat aku keperosok beli novel busuk macam You Suck! (sori, bukannya ngumpat lho. Beneran ini judul novel kok ^_^V)

Nah, rentetan fantasy & supranatural-ku sampai pada Evermore seminggu yang lalu.

Kisahnya tentang Ever Bloom, cewek 16 tahun yang musti pindah kota dan sekolah karena seluruh keluarganya tewas dalam kecelakaan (cuma menyisakan dia sebagai satu-satunya yang selamat). Ia akhirnya diajak tinggal dengan saudara kembar almarhum ayahnya.

Menjadi yatim piatu bukan satu-satunya penderitaan Ever. Sejak kejadian itu, ia tiba-tiba jadi bisa mendengar pikiran orang lain, mengetahui peristiwa-peristiwa yang menimpa orang lain, hanya dengan menyentuh mereka. Ia juga bisa melihat aura dan bisa menatap hantu.

Hal itu bikin Ever jadi menutup diri, karena ia nggak menganggap kemampuannya itu sebagai kutukan dan hukuman.

Cerita ini akhirnya berlanjut ke pertemuannya dengan Damen dan permasalahan yang mengikutinya.

Awalnya novel ini menyenangkan. Cukup bikin aku penasaran untuk meneruskan halaman demi halaman. Tapi lama-lama, kok ada yang aneh ya … mari kita cermati bareng-bareng:

  1. ceritanya agak-agak copas Twilight
  2. Gaya tuturnya flat. Terutama saat Alyson Noel menaruh Damen dan Ever di satu adegan yang sama. Kenapa? Itu lho … Damen-nya jadi terbaca nggak mungkin banget. Terlalu memuja, terlalu melindungi, tapi juga terlalu menutup-nutupi. Edward Cullen yang agak-agak kedodoran. Edward Cullen versi bioskop.
  3. Tidak ada penjelasan kenapa si Ever bisa dapat bakat supranaturalnya. Apa itu bakat bawaan kaum immortal? Cuma Alyson Noel dan Tuhan yang tau deh kayaknya.
  4. Kalau memang plot yang dimaui Alyson Noel bahwa orang-orang immortal hanya bisa jadi immortal karena salah satunya mereka memiliki cinta (???), kenapa Drina yang kayaknya sudah jahat sejak awal bisa jadi immortal?
  5. Tidak ada penjelasan kenapa Drina muncul di tempat-tempat hang out yang dipilih Ever-Damen. Pokoknya cuma dibikin muncul dan Ever marah (cemburu?) alasannya? Sekali lagi, kayaknya cuma Alyson Noel dan Tuhan yang tahu.
  6. Adegan berantem antara Ever dan Drina mengingatkan aku pada scene Bella babak belur di kelas balet. Nah, begitu Damen datang, tanpa usaha apapun, cukup beberapa kata, si Drina bisa dibikin kalah dan mati. Mbok ya jangan terlalu anti klimaks dong.
  7. Dan nggak penting banget lho, adegan-adegan sulap-bunga-tolol yang terlalu sering dimunculkan itu.

Oke, aku kok jadi nyinyir banget. Habis aku kecewa. Novel ini harusnya bisa jadi jauh lebih bagus. Kenapa juga akhirnya cuma begitu saja? Miss Noel kayaknya ngefans banget sama Twilight Saga, hingga ia memasukkan kepribadian Bella dan Edward mentah-mentah di sini. Ia juga memasukkan unsur cowok misterius-kaya-pintar-jagoan pada diri Damen (not to mention keimortalannya, meski si Damen bukan vampir). Ia juga membawa Ever pindah rumah dan sekolah, ia bikin Ever sebagaicewek kikuk pendiam seperti Bella.

Aku heran, novel ini bisa mencapai sekuel hingga lima seri. Dan bakal nambah tahun depan. Karena aku saja saat ini masih ada di persimpangan: mau nerusin beli kalo lanjutannya muncul di toko, atau cuekin saja dan nyari judul lain ya? Harapanku di seri berikutnya, Miss Noel bisa lebih matang bercerita, karena sayang banget, dialog-dialog dia yang cukup hidup harus rusak karena jalan cerita yang dangkal.

Judul: Evermore

Pengarang: Alyson Noel

Penerbit: Mizan fantasi

ISBN: 978-979-433-599-4

Jumlah halaman: 396 hal.

Harga: Rp 49.000,-

Soft cover


6 Responses to “Evermore-Will I ever think to buy more of this author’s books?”


  1. 1 gita nuari
    April 1, 2011 at 1:57 am

    yup gw setuju, ga original dan kalo baca versi aslinya (bukan terjemahan) bahasa n gaya penulisannya pun amburadul. bnyk fanfiction yg lebih bagus penulisannya dibanding immortal series ini.

  2. April 1, 2011 at 5:22 am

    hai.
    jadi begitu ya, bahkan ada yang mau bikin fanfic-nya? astaga … aku kemarin-terbujuk harapan untuk mendapatkan sekuel yang lebih mendingan-pas sekuelnya (Blue Moon) muncul akhirnya tetep beli. Tapi sampai saat ini masih gak tega dengan diri sendiri untuk buka plastik pembungkus dan mulai membaca🙂

  3. 3 Anne Freya
    April 30, 2011 at 1:51 am

    Haha, setuju bgt dengan pendapat kamu. Aku barusan posting resensi buku ini, isinya juga sama, hinaan utk seri Immortals ini. Sayangnya, aku terlanjur beli 2 buku gara2 ada pesta diskon di Gramed wkt itu, jdnya buku 1 blm dibuka uda beli duluan deh…Nyesal jg, tp stlh baca buku kedua, oke juga lah, agak membaik plotnya. Cuma ya masi ga tahan dgn karakter semua tokohnya, terutama Ever yg di setiap bab ga cape2nya kasi tau ke pembaca kalo Damen tuh cakepnya bkn main. Bete n bosan jg. Ini cewe superfisial bgt yah…

    Btw, kalo kamu blm baca buku kedua, bole liat review-nya di blogku, sapa tau kamu tertarik. Second chance isn’t bad, right?

    Aku cukup penasaran jg dgn buku ketiganya, katanya sih di sini ntar muncul cowo lain yg potensial buat ngalahin Damen stlh Damen ga kaya n ga cakep lg. Uda terbit sih, tp blm kubeli haha…males jg…masi byk bacaan lain jg.

    http://ageha777.blogspot.com/2011/04/immortals-2-blue-moon.html

    • April 30, 2011 at 7:27 am

      Sip, aku sudah baca. Kamu terlalu baik, masih punya semangat buat nunggu shadowland, secara sekuel 2 immortals milikku sampai sekarang masih rapi kebungkus plastik tipisnya, padahal aku beli sejak bulan februari (kalo gak salah). Habis trauma banget, ngerti novel kok bisa seburuk itu. merusak genre fantasi banget.
      Btw, saat ini ada satu lagi novel yg bikin aku trauma: serial AGGELOS. Sudah pernah baca atau belum? kalo belum dan minat, mending pinjem dulu deh, sebelum terlanjur beli. Soalnya yang ini parah banget. dan herannya kok ya ada sekuelnya. Mentaaah banget. esensi ceritanya gak jelas (sampai halaman 250an aku belum bisa nemu gregetnya), dan banyak adegan sok imut. Ada lagi yang gak jelas juga Evermore. Ini juga sudah ada sekuelnya. Ceritanya tentang komunitas vampir yang sampai bikin sekolah khusus.

  4. April 30, 2011 at 7:44 am

    Aggelos blm pernah baca sih…

    Yg komunitas vampir dan sekolah khusus itu, mksdnya Evernight ya? Kalo itu sih, mnrtku bgs…:) Aku jg uda baca sekuelnya, Stargazer. Bagus jg.

    Kalo Evernight ini, aku jg baru turunin resensinya hari ini. Kalo mnrtku sih, Evernight masih lbh mending dibandingin Evermore, Twilight ato Vampire Diaries. Tp blm bisa nandingin Vampire Academy. :p

    Bkn soal baik sih, soalnya aku pernah baca novel yg lebih parah dr Evermore, judulnya Forest of Hands and Teeth. Wah, klo yg ini parah bgt dah. Heroine-nya super egois. Masi ada jg yg lain, Wicked dan Wake judulnya.kedua seri ini parah jg.

    Aku jarang sewa sih, soalnya t4 sewa dkt lokasi t4 tinggalku cm adanya novel Harlequin, sementara aku jarang baca Harlequin…:p

  5. 6 jude
    March 6, 2014 at 2:53 am

    sorry gan ane udah lengkap 6 buku dan so far so good, ane ga kecewa udah beli ini novel. walaupun emang rada mirip-mirip twilight tapi punya daya tarik sendiri.

    sedikit share :
    1. ever punya kemampuan psikis semenjak dia mati suri, menurut ane sih masuk akal. sebelum akhirnya dia milih jadi immortal dan kemampuannya meningkat.

    2.Drina ga jahat dari awal. waktu di florence (tempat awal para immortal) dia baik, dia cinta sama Damen. tapi jahat karena cemburu, sekali lagi menurut ane masuk akal. gitu juga Roman yang jadi jahat karena saking cinta sama Drina

    3.Drina selalu muncul di tempat nggedate nya ever dan damen karena para immortal punya kemampuan mendeteksi energi

    4. yang terakhir soal bunga tulip? ane pikir itu lebih bagus dari pada semua adegan terlalu ‘dewasa’ di twillight. apa lagi kalau tau arti daru tulip merah itu

    just share😀


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s