26
Nov
10

I’d tell you I love you, but then I’d have to kill you-Andai agen rahasia bisa dididik sejak remaja, apa saja yang ada di otak dan keseharian mereka?

Cammie Morgan mungkin  cewek jenius, menguasai empat belas bahasa, jago mengurai kode rahasia tingkat tinggi, dan merupakan “harta” berharga CIA. Kadang ia bahkan merasa dirinya bisa menghilang. Untungnya, di Akademi Gallagher hal itu dianggap keren. Jelas saja, karena Akademi Gallagher sebenarnya adalah sekolah mata-mata top secret.

Tapi soal cowok, Cammie benar-benar idiot. Ia nggak berkutik waktu Josh yang superkeren terang-terangan menatapnya di karnaval kota Roseville. Padahal saat itu Cammie sedang menjalankan misi Operasi Rahasia-nya yang pertama, padahal teman-teman sekelasnya pun nggak bisa melihat keberadaannya.

Siapakah cowok itu? Haruskah ia memeriksa sidik jari Josh, mengintai dan menyamar mengerahkan kemampuan mata-matanya untuk menyelidiki cowok itu? Meskipun tahu Gallagher Girls nggak boleh berhubungan dengan cowok-cowok lokal di Roseville, Cammie sepertinya nggak bisa menolak daya tarik Josh, karena fakta penting ini: Josh melihatnya saat nggak seorang pun bisa melihatnya.

Itu adalah kata sampul belakangnya.

Buat kalian-kalian yang sempat punya bayangan kalau dunia agen rahasia itu seru dan mendebarkan, berandai-andai untuk bisa mencicipi hidup menjadi salah satu dari mereka (gara-gara film dijadikan referensi, aku sendiri masih menganggap profesi ini asik banget), novel ini bisa jadi jembatan yang nyaman. Kisah-kisahnya mendekatkan dunia agen rahasia secara pas dengan kehidupan nyata (terutama kehidupan remaja). Bagaimana bisa? Karena agen rahasia di sini adalah gadis-gadis yang masih dalam pendidikan menjadi agen rahasia andal. Secara bakat dan kemampuan, mereka jelas di atas rata-rata. Tapi kehidupan mereka juga masih campur-aduk dengan PR, cowok, bergosip tentang guru-terutama yang baru dan ganteng abis.

Kisahnya cukup seru. Konyol, lincah, cerdas, dan banyak menyelipkan situasi-situasi tak terduga. Mata pelajarannya juga aneh, nggak lumrah, menarik, dan selalu melibatkan skill tingkat tinggi. Meski itu cuma mata pelajaran Budaya dan Asimilasi J

Dan jangan salah ya, judulnya nggak main-main lho. Karena itu dibuktikan di akhir cerita (tanpa melibatkan darah).

Sebagai penutup sih kalo aku bilang, novel ini layak ditunggu sekuelnya. Semoga Ally Carter bisa mempertahankan kesegaran, kelucuan, dan situasi-situasi tak terduga seperti yang muncul di noel pertama :”)

Judul: Aku mau saja bilang cinta, tapi setelah itu aku harus membunuhmu

Pengarang: Ally Carter

Penerbit: Gramedia Pustaka Utama

ISBN: 979-22-4870-6

Jumlah halaman: 314 hal.

Harga: Rp 38.000,-

Soft cover


6 Responses to “I’d tell you I love you, but then I’d have to kill you-Andai agen rahasia bisa dididik sejak remaja, apa saja yang ada di otak dan keseharian mereka?”


  1. November 26, 2010 at 11:09 am

    jadi pengen pinjem eh, pengen baca…
    waktu smp-sma dl suka banget membayangkan jadi agen.. intinya jadi agen itu cuma imajinasi.
    berpasangan dengan agen cowok yang cakep.. hahaha…

    tapi ga sampe membunuh,, gimana critanya remaja membunuh di buku ini dicritakan???
    penasaran… ke Openbook aja dahhh

  2. December 5, 2010 at 5:56 pm

    tenang … yang dibunuh memorinya doang kok (hihihi, spoiler abis)

  3. February 24, 2011 at 10:00 am

    Kakk .. hehehe .. maap muncul lagii ..
    Kalo bukunya ini boleh dibaca anak SD kelas 6 nggak ? Hehehe .. coz’ aku lagi tergila-gila juga sama cerita yang bersifat detektif .. hehehe ^^

    • February 24, 2011 at 11:33 am

      igpp kok nanya2. aku suka dengan anak sekarang yg masih senang baca,s ecara sekarang pada lebih suka nonton tv dan main hp. novel yg ini ni boleh non … heboh ceritanya. remaja banget, dan si tokoh umurnya gak jauh2 dari kamu, 15 tahun. … yah, sudah ada adegan mulai naksir cowok sih. tapi aku yakin kamu juga sudah mulai tertarik. jadi kayaknya gpp deh🙂

      • February 25, 2011 at 2:41 pm

        hehehe .. aku mulai niat ngebaca novel-novel gini waktu muncul Laskar Pelangi , dan itu waktu aku kelas 4 . Karena penasaran , aku nekat ngebaca yang Sang Pemimpi , Edensor, dan Maryamah Karpov. Karena tetraloginya dah kuselesaiin semua , jadii bosen deh .. ya udah , aku ngebaca trilogi (sementara) nya Eragon. Habis itu kesasar ke buku yang kecil-kecil tapi kerennya Agatha Christie .. dan sampai sekarang , aku masih pengen ngebaca yang tebel-tebel .. hehehe (maap numpang cerita .. ^^)

        oke deh ! makasii Kakk ..🙂

      • February 27, 2011 at 12:57 am

        sippp. tapi jangan lupa Ujian akhir ya. Kalo nilai kurang bagus ntar SMP gak diberi uang buat beli novel sama ortu lho ^_^


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s