08
Nov
10

Fly Him to the Moon-The Power of Second Chance

Fly me to the moon

Let me play among the stars

Let me see what springs is like

On a-Jupiter and Mars

In other words, hold my hand

In other words, baby, kiss me

 

Another over-the-top-falling-in-love song from Mr. Sinatra.

Oke, aku cuplik langsung saja dari back cover novel ini ya …

Bila sahabatmu adalah matahari dan kamu adalah bulan, apa yang akan terjadi kepadamu ketika pagi menjelang dan matahari terbit? Apakah orang-orang di bumi akan bisa melihatmu di atas langit sana?

 

Seluruh laki-laki di satu bumi ini pasti akan bahagia luar biasa seandainya mereka bisa menjadi sahabat Jelita. Sebaliknya, bila semua perempuan di beberapa galaksi dikumpulkan, mereka pasti akan lebih memilih mati daripada harus menjadi sahabat Jelita. Kecuali Anjani.

Jelita Gani dan Anjani Anjasmara adalah dua sahabat sejak kecil. Jelita seorang perempuan yang cantik tak terkira dan pintar luar biasa. Kecantikannya membuatnya dikitari oleh laki-laki dari berbagai jenis karakter. Kepintarannya membuatnya dilimpahi kepopuleran. Jelita selalu menjadi matahari di mana pun dia berada.

Anjani, sahabat Jelita, adalah seorang perempuan tomboy yang selalu memerankan tokoh sahabat setia. Sepanjang hidupnya Anjani menyaksikan para laki-laki berlomba-lomba mengejar Jelita. Sepanjang  hidupnya, Anjani merasakan sosoknya perlahan menghilang di balik awan setiap kali Jelita muncul. Seperti bulan ketika matahari muncul. Atas nama persahabatan, Anjani tak pernah beranjak dari sisi Jelita. Bagi Anjani, persahabatannya dengan Jelita lebih berharga dari laki-laki manapun …

… sampai lalu sahabatnya itu berbalik memusuhinya ketika seorang pangeran impian datang menawarkan cinta. Masih tersisaluaskah hati Anjani bagi sahabatnya? Apakah anjani relamenukar cintanya pada sang pangeran impian dengan persahabatannya dengan Jelita?

 

Di antara banyak pengarang bergenre chicklit (metropop, menurut istilah Gramedia) di Indonesia, ada beberapa yang sangat aku tunggu-tunggu karyanya.

  1. Dewie Sekar dengan gayanya yang biasa bertutur dari angle beberapa tokoh untuk merangkai cerita. Ibu ini biasanya agak-agak agamis, sehingga kayaknya jangan harap deh bakal ada deskripsi ciuman di novel-novelnya.
  2. Retni SB yang lincah dan detail banget dalam menampilkan background tokoh sebagai pembangun cerita.
  3. Mia Arsjad yang lincah dan lucu dialog-dialognya. Ini mungkinkarena dia juga aktif di penulisan teenlit.
  4. Mariskova. Mbak satu ini gaya ceritanya lembut, tokoh ceweknya agak-agak introvert.

 

Jangan suruh aku pilih satu di antara mereka, karena mereka adalah harta yang aku cari saat menelusuri rak-rak toko buku. Masing-masing punya kekuatan, dan kisah yang mereka tuturkan terasa cewek banget tapi tidak sok imut.

 

Nah, sekarang Mariskova dulu. Novel ini manis banget. Banyak nilai-nilai positif yang bisa aku tangkap, seperti:

  1. Kesetiakawanan
  2. Kesempatan kedua selalu ada buat siapapun yang mau meminta/mencari
  3. True love never lies. Meski kadang … (agak klise nih)
  4. Cinta gak harus memiliki

 

Di antara semua nilai positif di atas, kesempatan kedua aku lihat mendapat porsi lebih. Si Anjani mendapat kesempatan kedua untuk memperbaiki sikapnya dulu pada Donny, Donny juga mendapat kesempatan kedua untuk mendapatkan cinta sejatinya, Jelita mendapat kesempatan kedua untuk memperbaiki pertemanannya yang sempat rusak, bahkan Rania pun mendapat kesempatan kedua untuk menjadi adik yang lebih loyal kepada kakaknya. Tuh kan, it’s all about second chances!

Mariskova juga menuturkan dengan lancar dan lincah. Kalo boleh aku bandingkan, di antara semua novel mbak ini yang sudah aku baca (sebelumnya: Hair-Quake!!, to Tokyo to Love-ada yang lain yang belum aku sebut gak?), Fly Him to the Moon paling bagus. Jadi kayaknya aku bisa berharap novel berikutnya bakal mebih bagus lagi🙂

Aku juga suka banget dengan pilihan judulnya. Pas dengan isi cerita, meski kalo cuma baca sinopsis di sampul belakang, kerasa gak nyambung antara judul dengan isi cerita. Soalnya sinopsisnya kan hanya melulu ngebahas hubungan planet-satelit antara Jelita dan Anjani.

Jujur saja, aku dulu beli novel ini agak-agak ragu. Bakal sebagus novel-novel sebelumnya gak ya? Apalagi saat ini aku sedang kena demam fantasy fiction yang jelas saja, bakal njomplang banget perbedaan genre-nya. Makanya novel ini sempat ngendon di rak bukuku hampir satu bulan tanpa aku sentuh plastik tipis pembungkusnya.

Ternyata setelah baca aku jadi malu. Huuuu, bagus banget! Sampe gak sabar buat kehabisan stok novel dan bisa menyentuh lagi isi novel ini.

Nah, nge-review kan harus bisa menemukan kekurangan hal yang di-review (kalo bisa sih). Nah, di sini aku bisa bilang, satu (kalo boleh dibilang) cacat kecil dari dongeng ini adalah, tokohnya terlalu dingin dan dewasa untuk usianya. Tapi yah … karakter manusia, kita gak pernah tau. Mungkinmemang ada yang seperti itu. Tapi aku pas seumuran itu sih …

Dan kalo aku ingat-ingat, kayaknya memang hampir semua tokoh Mariskova di novel-novelnya yang lain memiliki pembawaan seperti ini. Jadi memang mungkin itu kepribadian yang beliau suka tempelkan di tokoh-tokohnya. Who knows? Gak usah banyak protes deh. Nikmati saja lah, secara novel yang aku rekomendasikan, ini.

 

Judul: Fly Him to the Moon

Pengarang: Mariskova

ISBN: 978-979-22-6005-2

Penerbit: Gramedia Pustaka Utama

Tanggal Terbit: Agustus 2010

Halaman: 349 hal.

Harga: Rp 45.000,-

 


0 Responses to “Fly Him to the Moon-The Power of Second Chance”



  1. Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s