25
Oct
10

The Last Olympians: Percy Jackson & the Olympians-Akhir kisah usaha para demigods dalam menyelamatkan Empire State Building eh, Olimpia

Oh, akhirnya Percy gede juga. Tandanya? Biasa deh, ada kisah cinta segitiga di antara Percy-Annabeth-Rachel. Tapi itu tentu saja cuma bumbu, karena novel terakhir serial Percy Jackson ini mengisahkan tentang pertempuran habis-habisan pasukan demigods melawan serbuan para titan dan monster-monsternya.

Kisah dimulai dengan terbunuhnya salah seorang tokoh sentral saat ia menjalankan misi bersama Percy. Ini membuka satu fakta bahwa memang ada seorang mata-mata di dalam Perkemahan Blasteran yang melaporkan setiap perkembangan pada Luke/Kronos.

Percy kemudian memutuskan untuk mencoba menjalankan rencana gila Nico (yang ternyata agak-agak berbau jebakan) untuk nyebur ke Sungai Styx. Keputusan ini dianggap perlu Percy lakukan agar kekuatannya bisa agak-agak seimbang dengan kekuatan Luke/Kronos.

Ketegangan memuncak saat para dewa harus menghalau Typhon. Semua dewa dikerahkan ke pertempuran, hanya menyisakan Hestia untuk menjaga perapian singgasana para dewa.

Pertempuran dimulai dengan ditidurkannya seluruh penghuni Manhattan oleh Morpheus, salah seorang dewa minor yang memihak para titan. Berbekal kenekatan, sekitar 40 orang demigods dibantu para centaurus, satir, driad, naiad, Pemburu Artemis, berusaha menangkal gempuran pasukan titan yang membawa ratusan monster mengerikan. Jalannya pertempuran dikisahkan dengan seru dan rinci oleh Rick Riordan.

Kalo kalian dulu sempat aku kasih tau, bahwa kisah Percy ini flawless, hahaha, di seri kelima ini aku nemu satu blooper (minor sih …). Rick Riordan selalu melukiskan bahwa para monster yang berhasil dikalahkan dalam pertempuran bakal buyar tanpa sisa dengan perkecualian jika salah satu anggota badannya dipotong, karena potongan itu bakal tetap ada di dunia, dan biasanya jadi suvenir kemenangan (ingat saat Percy memenggal kepala Medusa dan memotong tanduk Minotaurus?).

Nah, di salah satu jalan pertempuran, Clarisse si anak Ares berhasil mengalahkan Drakon. Dan setelah itu ia menyeret bangkai drakon keliling jalan. Berarti drakonnya nggak buyar kan?

Di sini aku juga nemu fakta-fakta nggak penting. Setiap petualangan Percy selalu diawali dengan ramalan sang Oracle. Bahkan di seri terakhir ini, jiwa Oracle yang sudah puluhan tahun  tidak mendapatkan inang, berhasil menutup masa pacekliknya dengan ditemukannya Rachel Elizabeth Dare. Tapi benernya kalo aku pikir-pikir, nggak penting banget deh setiap misi musti dapat ramalan dulu. Toh ramalan itu sendiri nggak memberi bantuan apapun dalam terselesaikannya setiap misi. Jadi kayaknya fungsi si ramalan kok cuma buat nakut-nakutin para demigods. Hhh …

Dan aku bilang ya … sebel banget dengan para dewa itu. Kenapa sih mereka harus ngotot nyegat Typhon, secara mereka tau kalo typhon jalan sendirian (kan mereka bertempur dengan titan gede itu di sepanjang perjalanan). Mereka kan harusnya nyadar, kalo nggak mungkin banget Kronos bakal diam nongkrong nungguin serangan Typhon berhasil. Tipe Kronos pasti maunya jadi jenderal pengatur serangan. Tuh, aku saja yang bukan demigods dan bukan juga dewa (atau dewi) bisa bersikap lebih masuk akal dari para dewa-dewi olympus😛

Nah, sekarang sampai ke judul nih. Judul novel dengan jalan cerita juga kurang nyambung. Kalo di seri-seri sebelumnya, judul bisa dibilang jadi petunjuk dari inti cerita, di novel terakhir ini si Dewi Olympia terakhir meski sempat dapat porsi di awal cerita, tapi kehadirannya sebenarnya kurang menentukan jalannya kisah selanjutnya.

Tapi sekali lagi, itu cuma kekurangan-kekurangan minor. karena pada intinya, begitu baca kisah ini, aku kembali terbuai dengan epik yang ditampilkan Percy dan kawan-kawan. Aku terbawa emosi-emosi saat Percy menghadapi ramalan yang mengarahkan asumsi bahwa ia bakal mati di akhir cerita (bikin aku jadi ingat pada The Deathly Hollows-nya Harry Potter).

Judul: Percy Jackson & The Olympians-The Last Olympians-Dewi Olympia Terakhir

ISBN: 978-979-433-590-1

Pengarang: Rick Riordan

Penerbit: Mizan Fantasi

Tanggal Terbit: Cetakan Juni 2010

Halaman: 454 hal.


8 Responses to “The Last Olympians: Percy Jackson & the Olympians-Akhir kisah usaha para demigods dalam menyelamatkan Empire State Building eh, Olimpia”


    • January 27, 2011 at 9:18 am

      jiah, malah nanyain ending🙂
      ending-nya gak mengecewakan kok. kalo aku bilangin di sini kan bisa kena tuntut yang punya lisensi novel. kalo suka novel fantasy, biasanya bakal suka novel ini. itu saja deh janjiku.

      • 3 farahsn
        February 15, 2011 at 12:05 pm

        rame ga???
        aku baru punya yg 1 ama kedua..
        masih nabung -,-
        percy berjuanglah !!!
        semoga percy ga mati, kalo mati awas aja (?)

      • February 21, 2011 at 4:01 am

        duh, rame banget jangan kuatir. mending segera beli, mumpung baru serial percy jackson yang masuk di Indonesia. bentar lagi pasti sempalannya macam Demigods Files, trus Jason, dll bakal dirilis di Indonesia. Seru banget kok. Kalo suka Harry Potter yang heroik tapi kadang culun pasti suka semua seri Percy.

  1. 5 Farah
    March 12, 2011 at 3:55 pm

    aku sedih kalo serinya panjang tapi seneng karna ceritanya ga pendek (?)
    sedih aku harus nabung supaya bisa beli padahal bukunya masih banyak serinya..
    aku udah minjem yang ketiga ^^ rame, eh ternyata si nico jahat
    kecewa! (berlebihan?)

  2. 7 Dyona
    November 3, 2011 at 10:54 am

    muat tentang the heroes of olympus dong, udah baca the son of neptune belum? aku belum baca😦

    • November 4, 2011 at 12:56 pm

      pengen sih … son of neptune aku baru saja dapat di Periplus, tapi bahkan buka bungkus plastiknya saja belum. soalnya masih nyelesaikan the red pyramid. the lost hero aku sudah punya ebook-nya tapi bacanya juga belum kelar. hehehe, kelamaan ketunda2, sampe lupa ceritanya :=/


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s