25
Oct
10

Avalon High-Nggak seorisinal The Princess Diaries Series, tapi masih mendingan deh …

Meg Cabot memang bukan pengarang dengan penghargaan kelas Nobel. Tapi menjadi pengarang dengan hampir semua novelnya ada di deretan best seller jelas merupakan penghargaan tersendiri, kan? Aku adalah salah satu penggemar beratnya.
Selama ini, hampir semua karya Miss Cabot yang terbit di Indonesia sudah aku koleksi. Aku bahkan punya beberapa edisi Harper Collins-nya. Aku juga punya beberapa ebook-nya. Novel-novel Miss Cabot lucu dan cerdas. Ia mampu bertutur dengan bahasa remaja saat mengarang di genre ini. Ia juga bisa menjadi agak lebih menggoda dan seksi (meski lucunya nggak pernah ketinggalan) saat ia mengarang novel-novel Chicklit. Karyanya yang berbasis supranatural juga sama kerennya.
Tapi akhir-akhir ini aku agak-agak kecewa dengan karya ibu satu ini. Jangan salah, novelnya tetap keren. Sayang orisinalitasnya jadi agak-agak aku pertanyakan.
Lihat saja The Boy Series. Novel-novel yang bertutur dari awal hingga akhir menggunakan media e-mail dari masing-masing tokoh ini pada awalnya aku anggap break through banget. Tapi setelah aku baca Daddy-Long-Legs-nya Jean Webster aku jadi kecewa berat. Ternyata format tutur novel dengan media surat sudah dimulai sejak awal abad 20!
Kemudian aku juga baca Queen of Babble-yang tetap aku apresiasi sebagai karya yang cukup bagus untuk jadi bacaan ringan!-novel dengan genre chicklit yang bercerita tentang gadis yang saking kecewanya dengan kejadian yang ia alami, memuntahkan segala unek-uneknya (sampai ke yang paling memalukan) ke orang asing yang jadi teman duduk di kendaraan umum. Sayang, orang asing itu ternyata akhirnya bukan orang asing sama sekali, dst, dst. Kisah yang heboh kan? Tapi Sophie Kinsella sudah memakai plot itu beberapa tahun sebelumnya di Can You Keep a Secret?
Mungkin ini yang sering disebut writer’s block? Kasus mandeknya kreativitas saat si penulis sedang mengerjakan karya? Kasus seperti ini sudah aku lihat terjadi juga di beberapa penulis ngetop lainnya. Sebut deh Sidney Sheldon. Pada awal-awal ia menulis (The Naked Face, Bloodline, Master of the Game, The Sands of Time, dll) karyanya sangat bombastis-untuk ukuran genre dan masanya. Risetnya rinci, penceritaannya hidup dengan deskripsi tokoh yang jelas.
Tapi lihat deh karya-karya setelahnya macam The Doomsday Conspiracy, The Stars Shine Down, Nothing Lasts Forever, Best Laid Plan, dll, dll. Kamu pasti bakal selalu menemukan bos –bos mafia berseliweran, cewek-cewek-cerdas-cantik-dengan-mata-berbentuk-almond sebagai tokoh utama yang awalnya terlunta-lunta kemudian berhasil menuntaskan ambisinya, tokoh-tokoh megalomaniak sebagai antagonis yang-maunya-nggak tertebak hingga akhir cerita, serta plot balas dendam yang dimulai dari masa lalu suram. Dan jangan lupa dengan tokoh utama yang biasanya pengusaha, atau ahli hukum, atau dokter. Hmm ….
Aku belum selesai berharap dengan Meg Cabot. Semoga Queen of Babble dan The Boy Series adalah kekhilafan sesaat. Semoga setelah ini dia bakal menghasilkan novel-novel manis, imut, orisinal macam The Princess Diaries Series atau All American Girls.
Avalon High
Ini kisah tentang reinkarnasi, di mana tokoh-tokoh seperti Raja Arthur, Lancelot, Guinevere, Merlin, dll menjelma menjadi anak-anak sekolah di Avalon High. Rada-rada nggak masuk akal, secara Raja Arthur dan konco-konconya sendiri kan tokoh fiktif. Jadi bisa dibayangin kan, tokoh fiktif bereinkarnasi di dunia nyata. Membuatku ingat pada serial Percy Jackson, di mana para dewa-dewi Yunani ternyata adalah tokoh nyata dan-ternyata-masih eksis di jaman modern ini.
Elaine adalah cewek SMA yang sedang mengikuti liburan tahunan orangtuanya, hingga harus pindah sekolah. Di tempatnya yang baru, ia menemui beberapa fakta mengejutkan tentang kemiripan-kemiripan nama dan lokasi yang ada dengan nama dan lokasi di dalam legenda Raja Arthur. Termasuk nama sekolahnya, Avalon High (Avalon adalah nama pulau tempat Raja Arthur dikuburkan).
Elaine datang di tengah intrik cinta segitiga antara Will-Jennifer-Lance (dianggap sebagai reinkarnasi Arthur-Guinevere-Lancelot). Elaine diplot sebagai Lady of Shalott yang menemui kisah tragis karena bunuh diri setelah cintanya pada Lancelot tidak kesampaian. Tapi Elaine bahkan nggak pernah mencintai Lance. Ia justru menyukai Will. Jadi bagaimana jalan cerita reinkarnasi di SMA itu? Padahal selama ini kisah reinkarnasi Arthur dan kroni-kroninya selalu terjadi, dan sejarah kelam kejatuhan Arthur selalu berulang meski para pecinta Arthur yang tergabung dalam Order of the Bear (bukan nama orde beneran lho) berusaha membuat kisah ini menemui happy ending. Sebagai catatan, bagi para anggota Order of the Bear, keberhasilan mematahkan sejarah Arthur dan membuat sang raja berhasil mengatasi patah hati sekaligus menggagalkan ia dibunuh oleh Mordred akan mengentaskan dunia dari jaman kegelapan.

Seperti yang pernah aku bahas di atas, Avalon High ini sayangnya masih mengandung sedikit-banyak kesamaan plot dengan novel karya pengarang lain. Tapi untuk jadi selingan ringan, Meg Cabot tetap mampu memasukkan kebaruan dalam cerita-ceritanya kok. Jadi aku rasa … serial ini masih layak ditunggu.

Pengarang: Meg Cabot
Penerbit: Gramedia
ISBN: 978-979-22-6237-7
Tebal: 307 hal.
Terbit: Oktober 2010
Soft Cover
Harga: Rp 35.000,-


5 Responses to “Avalon High-Nggak seorisinal The Princess Diaries Series, tapi masih mendingan deh …”


  1. 1 zan's blog
    August 23, 2011 at 6:44 am

    thx infonya….

  2. 3 PuspaKen
    January 3, 2012 at 12:39 pm

    minta ebook-ebooknya meg cabot dan shopie kinsella doong, pleasee, nyarinya susah banget yg terjemahannya -__- thanks beforee

  3. October 7, 2014 at 12:06 pm

    mau deh walau english… bagi lah…kayak “she went all the way” atau “every boy’s got one”


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s