16
Aug
10

Dear Enemy-Kisah yang membuat kehidupan di panti asuhan menjadi serupa dengan petualangan hebat

Perhatian buat kamu yang belum pernah baca Daddy-Long-Legs, resensi ini bakal mengandung spoiler sampai ke taraf membahayakan kesehatan. Pertimbangkan dulu sebelum baca!

Dear Enemy adalah kisah Sallie McBride, sahabat Judy Abbot, protagonis di novel Daddy-Long-Legs. Sallie ditugasi Judy yang sudah hidup bahagia dengan suaminya Jervis Pendleton dan anaknya Judy Kecil untuk mengurusi Panti Asuhan John Grier-tempat Judy dulu tinggal. Kisahnya dirangkai dari surat-surat Sallie kepada Judy (kadang beserta suaminya), pacarnya Gordon Hallock, serta pada dr. Robin MacRae.

Awalnya Sallie banyak berkeluh kesah tentang situasi berat yang harus ia hadapi di Panti Asuhan John Grier. Ia juga banyak mengalami bentrok dengan dr. Robin Mac Rae, rekan kerjanya di John Grier yang judes, otoriter, dan menyebalkan. Sallie merasa dijerumuskan ke dunia yang suram itu, sementara sebelumnya ia hidup sebagai sosialita yang penuh gaya dan pesta.

Hari demi hari, Sallie menemukan kecintaannya pada tempatnya bekerja dan anak-anak asuhnya. Ia melakukan banyak perombakan demi kesejahteraan panti. Bersama-sama dengan musuh bebuyutannya, dr. Robin Macrae, Sallie berusaha membuat Panti Asuhan John Grier menjadi tempat yang lebih manusiawi untuk dihuni.

Oke, dibanding prekuelnya-Daddy-Long-Legs, Dear Enemy ratingnya menurutku satu strip di bawah. Mengapa?

1. Karena kita kehilangan ilustrasi-ilustrasi konyol yang menemani di banyak surat Judy untuk Daddy-Long-Legs-nya.

2. Hidup Sallie yang dikungkung dunia panti asuhan tentu saja kurang menarik dibanding hidup Judy yang justru lepas dari panti asuhan.

3. Cara Sallie bertemu dengan laki-laki pilihan hidupnya, agak-agak mirip dengan Judy. Jadi serasa deja vu saja.

Nah, tapi jangan lalu menganggap Dear Enemy nggak menarik ya. Karena sekali lagi, kalau nggak menarik, nggak mungkin aku muat di blog ini.

Di novel ini Sallie mampu betutur dengan bijak sekaligus lincah dan lucu. Satu kualitas yang sangat jarang bisa kita jumpai secara bersamaan pada perempuan-perempuan dewasa. Sallie juga mampu menyelesaikan masalah-masalah secara heroik, membuatku tak sabar ingin membaca sepak terjangnya di halaman-halaman berikutnya. Kisah cintanya juga berakhir sesuai dengan harapan, meski pada awalnya ia agak-agak membuatku kuatir dengan pilihannya.

Tapi sayang, pandangan-pandangan Jean Webster yang pada Daddy-Long-Legs aku kagumi karena mampu menghadirkan feminisme di eranya, agak-agak mengalami penurunan. Di sini ia kembali menempatkan para perempuan (terutama gadis-gadis penguni panti) sebagai penguasa dapur dan jahitan. Atau mungkin karena di sini yang dihadapi Sallie adalah gadis-gadis panti yang tidak seberuntung Judy kali ya? Karena memang sangat tidak masuk akal untuk membuat para gadis panti ini menjadi flappers* karena mereka kan kurang mengenyam pendidikan dan pengalaman yang memadai untuk memiliki pemikiran pemberontak.

Jadi, mungkin jalan untuk jadi ibu rumah tangga atau pengasuh anak memang pilihan yang tepat bagi gadis panti asuhan era itu🙂

*Flappers adalah istilah untuk gaya baru perempuan di era 1920-an. Para flappers adalah perempuan-perempuan muda yang mengenakan gaun pendek, berambut bob, ber-makeup tebal, menyetir mobil, merokok, pokoknya mengadopsi gaya pria sebagai ungkapan kebebasan.

Penerbit: ATRIA

ISBN: 978-979-1411-69-1

Tebal: 382 hal.

Ukuran: 13 x 20,9cm

Terbit: Juli 2010

Soft cover

Harga: Rp 39.900,-


0 Responses to “Dear Enemy-Kisah yang membuat kehidupan di panti asuhan menjadi serupa dengan petualangan hebat”



  1. Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s