16
Jun
10

Vampire High-Kisah Dunia Vampir dari Sudut Pandang Orang yang Terpaksa Kecemplung di Antara Mereka

Pengakuan dosa: ini bukan novel yang sebenarnya, karena bahkan aku belum pernah beli (soalnya belum dijual di Indonesia). Jadi aku baca dari free ebook yang berhasil aku download. Sori ya, aku tetap masukin ke blog soalnya ceritanya seru.

Begini nih … selama ini kita kenal vampir-vampir yang sejenis Edward Cullen-Twilight, Count Dracula-Dracula, Angel-Buffy the Vampire Slayer, dan Stefan &Damon Salvatore-Vampire Diaries. Mereka makhluk-makhluk yang anggun, pintar, supranatural, penghisap darah yang mampu membunuh manusia untuk memuaskan haus. Pokoknya makhluk yang jaim habis. Atau bisa juga kita kenal vampir yang model Darren Shan dan Mr. Crepsley-nya. Makhluk gelap dengan tradisi kuat. Perjuangannya epic banget. Tapi kita nggak bakal akrab dengan deskripsi vampir seperti itu di Vampire High ini.

Cerita dimulai di kota New Sodom, Massachusetts. Tokohnya adalah cowok bernama Cody Elliot. Ia benci banget saat diajak pindah ke New Sodom demi peningkatan karir bokapnya. Maka untuk mengungkapkan kejengkelannya, Cody bertekad gagal di semua kelas yang ia ambil. Termasuk Homeroom lho (di Amrik sono, Homeroom adalah kelas yang bahkan nggak ada penilaiannya, karena kelas ini harusnya dihadiri para murid untuk persiapan menuju kelas-kelas mereka hari itu. Termasuk untuk menerima pengumuman-pengumuman. Mungkin kalo di sini semacam kelas yang diadakan oleh wali kelas). Bayangin saja, dapat nilai F untuk kelas yang bahkan nggak pernah ngadain ujian. Hehehe.

Hal tersebut bikin ortunya sebel, hingga Cody dipindah ke Vlad Dracul Magnet School. Dari namanya saja sudah bikin kita punya asumsi kan? Dan ternyata memang hampir seisi sekolah adalah vampir. Cuma beberapa gelintir anggota tim polo air saja yang manusia biasa. Dan hal ini bikin anggota tim polo air jadi apatis banget. Karena mau berprestasi ataupun nggak, mereka pasti dapat nilai A untuk semua mata pelajaran. Mengapa begitu? Mengapa para vampir nggak mau maen polo air? Yah, jawabannya sih jelas ada di novel ini.

Pada awalnya aku nggak gitu semangat baca Vampire High. Tapi perasaan itu cuma muncul sesaat. Karena adegan awal yang dibangun Douglas Rees yang isinya perdebatan keluarga Elliot soal prestasi akademis Cody saja sudah bikin aku ngakak. Belum lagi nanti, bagaimana jalan pertandingan polo air. Duh, bikin guling-guling saking gak kuat nahan ketawa.
Vampir-vampir di Vampire High memang sama-sama cool dengan sunglasses meski di tengah musim dingin, kulit pucat, badan keren, dll. Mereka juga memiliki kekuatan super. Tapi mereka juga konyol dan kalah debat kusir kalo ngomong dengan Cody.

Pada awalnya, kita diajak berpikir bahwa Cody adalah pecundang sejati yang kesasar di sekolah khusus untuk makhluk indah penuh dedikasi tinggi. Tapi akhirnya Cody mampu membuat perubahan besar di sekolah. Perubahan yang juga membuatnya jadi siswa yang jauh lebih baik dibanding apa yang ia tunjukkan di sekolah-sekolahnya dulu. Mengikuti alur cerita, kita juga diajak mengenal Cody yang baik hati dan loyal pada teman, tanpa ada kesan pemaksaan adegan biar dia bisa kelihatan heroik. Seluruh isi kisah berjalan natural.

Dan seperti kisah remaja lainnya, nggak bakal seru tanpa bumbu percintaan. Maka ada deh tokoh Ileana si cewek cantik sempurna. Kalo di sini sih kisahnya klise banget. Tapi biarin deh, buat bumbu-bumbu.

Alur ceritanya nggak bertele-tele. Novel ini juga memberi penjelasan tentang kebiasaan para vampir meski mengapa mereka bisa berbeda dari manusia kebanyakan sudah nggak dibahas di sini. Dan jangan harap bakal ada adegan-adegan hisap-menghisap darah, karena di sini vampir minumnya darah hasil pesan ke lembaga macam PMI😀. nah, di luar segala kehebohan isi cerita, yang aku sayangkan, tokoh Charon si timber wolf yang agak-agak eksentrik kok nggak ada penjelasan lebih jauhnya ya? Charon itu srigala milik kepala sekolah, yang kalo membaca tindak-tanduknya sih bikin aku nuduh Charon adalah srigala jadi-jadian. Tapi, di luar semua kekurangan, rating yang bisa aku berikan sih banyak jempol buat novel ini. Nggak sabar nunggu ada penerbit Indonesia yang mengedarkan di sini. Tambahan nih, aku nggak kategorikan ke fantasy-gothic karena memang ceritanya lebih banyak ke arah young adult. Kevampiran para tokoh hanya jadi bumbu yang mampu bikin novel ini jadi beda dibanding novel-novel remaja lainnya.

Pengarang: Douglas Rees

Halaman: 240 page

Penerbit: Laurel Leaf (August 9, 2005)

Bahasa: English

ISBN-10: 044023834X

ISBN-13: 978-0440238348

Ukuran: 7.1 x 4.3 x 0.9 inches

Soft cover


2 Responses to “Vampire High-Kisah Dunia Vampir dari Sudut Pandang Orang yang Terpaksa Kecemplung di Antara Mereka”


  1. 1 katrin
    June 19, 2010 at 1:20 am

    wikikki…kyknya emang lbh enak baca drpd nonton pilemnya nih ( kl dipilemin lho yaa….) gw pan plg sebel lht muka2 pucat dan bertaring,biarpun mimik darahnya pake sedotan,tetep aja hiiih….! kyknya Saffna pun bisa ya disuruh baca ini buku,off course hrs tetep didampingi lohh…:))

    • June 20, 2010 at 4:40 pm

      yang ini tokohnya gak muka pucat kok, secara dia manusia normal, bukan vampir. lo mau baca juga? atau malah sudah donlot ebook-nya? kalo mau gw kirim juga nih😀


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s