01
Jun
10

The Lightning Thief, Percy Jackson & The Olympians-Saatnya bertemu dengan banyak monster seram dari mitologi Yunani

Aku termasuk salah satu penggemar berat Harry Potter (siapa sih yang nggak?). Dan aku sedih banget saat si Harry sudah menyelesaikan petualangannya di seri ke-7. Meski tentunya ikut bahagia juga melihat ending-nya. Habis setelah itu bingung sih aku. Apa ya, pengganti Harry yang bisa punya kualitas yang sama seperti itu? Petualangannya yang mendebarkan, olah fantasinya yang di luar lumrah, dialognya yang lancar, serta leluconnya yang polos, imut, serta konyol di saat bersamaan.
Akhirnya datanglah si Percy Jackson. Kisah Percy hampir mirip dengan Harry. Di dunia fana, mereka bisa digolongkan sebagai pecundang. Harry dengan hidupnya yang terlunta-lunta di tangan keluarga bibinya. Sedang Percy harus menghadapi berkali-kali dikeluarkan dari sekolah. Hasil dari akumulasi masalah akibat disleksia, ADHD (Attention Deficit Hyperactivity Disorder). Membuatnya jadi anak yang sulit dipahami. Mana bapak tirinya nyebelin banget. Mengingatkanku pada Uncle Vernon-nya Harry.
Buku pertama Percy mengisahkan tentang pertemuannya pertama kali dengan dunia asal ayahnya, dunia yang selama ini dikenal sebagai mitos Yunani. Penuh dengan makhluk-makhluk aneh, titan, dan dewa-dewi. Ayah Percy pun ternyata salah satu dewa paling berpengaruh di Olimpus: Poseidon, sang penguasa laut, gempa bumi dan pencipta kuda.
Tapi memiliki ayah seorang (dewa itu bisa disebut sebagai seorang atau nggak sih? Atau sebuah? Selembar? Seonggok? setetes?) dewa tidak membuat Percy menjadi tokoh yang istimewa. Justru menjadi anak dewa membuat ia harus selalu berurusan dengan makhluk-makhluk gaib yang memang selalu mengincar para manusia setengah dewa. Hal itu juga yang membawa Percy pertama kali masuk ke Perkemahan Blasteran. Tempat ia harus menempa diri setelah ia dikejar-kejar monster erinyes dan minotaurus dan kemudian ibunya diculik monster. Perkemahan khusus untuk para anak dewa-dewi. Di sana mereka dilatih ketangkasan dan bela diri. Di perkemahan itulah Percy mulai mengenali jati dirinya.
Sayangnya posisi Percy tidak enak. Ia berkenalan dengan dunia mitos Yunani pada saat Olimpus sedang bergolak. Zeus marah-marah karena tongkat petirnya hilang. Dan nggak enaknya, Zeus menuduh Percy-lah yang mengambil. Akhirnya Percy dapat ultimatum harus mengembalikan tongkat itu pada Zeus sebelum Titik balik matahari musim panas. Lah, siapa yang ngambil, siapa yang musti tanggung jawab? Dewa-dewa memang sering sembarangan.
Dari situlah petualangan seru Percy dimulai. Bersama Grover si satir sahabatnya sejak di Yancy Academy dan Annabeth yang anak Dewi Athena, mereka harus menghadapi monster-monster, melakukan perjalanan keliling negeri untuk melacak tongkat petir Zeus. Perjalanan itu mengungkap banyak fakta tersembunyi yang mengerikan seperti mulai bangkitnya kaum titan, dan pengkhianatan seorang teman dekat Percy.
Setelah membaca The Lightning Thief ini, ada satu hal yang menjadi catatanku tentang dunia para dewa ini. Untungnya aku tidak hidup di sana. Dewa itu kan dianggap setara dengan Tuhan. Tapi mereka bertindak tidak masuk akal. Percy yang mempertaruhkan hidupnya untuk mengamankan Olimpus masih harus mendapat gangguan dari para dewa, membuat perjalanannya terhambat. Bahkan dewa perang, Ares mencanangkan kebenciannya pada Percy. Padahal sebelumnya ia ditolong lho sama Percy. Sunggung cara berpikir para dewa itu tidak tahu terima kasih dan egois.
Percy Jackson menyuguhkan petualangan yang memikat. Buat kamu yang pernah nonton filmnya sebelum baca bukunya, aku janjikan deh, bagusan bukunya. Kisahnya yang runut tidak menyisakan tanda tanya dan keganjilan. Kisah Percy ini rencananya bakal berhenti di buku ke-5.
Sebuah resensi nggak bakal lengkap tanpa sedikit kritik. Nah buku ini tuh alur ceritanya bagus. Terjemahannya juga lumayan oke. Logikanya masuk akal. Terus di mana ya kritiknya? Ini saja deh … kualitas kertas sampulnya agak mengecewakan. Di tanganku buku ini cepat kusut dan terlipat. Ehm, apa aku saja yang berantakan ya?

Penerbit : Hikmah (Mizan Fantasi)
Penulis : Rick Riordan
Harga : Rp 54.000.-
Soft cover
ISBN : 978-979-433-540-6


5 Responses to “The Lightning Thief, Percy Jackson & The Olympians-Saatnya bertemu dengan banyak monster seram dari mitologi Yunani”


  1. 1 pink
    June 2, 2010 at 2:25 am

    pinjam!!!!!!!!!

  2. 3 katrin
    June 2, 2010 at 12:23 pm

    ebooknya aja sini,mosok hrs ngantri shbs pink…?? filmnya aku dah punya,tp blm sempet nonton,palagi pas lo blg bukunya lbh bgs coz film nya terlalu dipdtin (lgsg dibikin tamat ya?), jd tambah males mo nonton deh…

    • June 3, 2010 at 8:22 am

      sudah aku kirim book-1 tuh ke yahoo kamu bu. filmnya sih bukannya langsung tamat. tapi karena durasinya yang cuma satu jam lebih dikit, jadi banyak kejadian dan penjelasan yang dipotong-potong. nah, begitu baca bukunya, jadi mudeng dan masuk akal deh ceritanya. di film petualangannya kerasa gampang saja jadinya.

  3. 5 katrin
    September 24, 2011 at 1:20 am

    jd pengen nunggu obralannya biar bs lgsg beli semua nya trs aku suruh Saffna baca semua,hbs itu dia kudu ceritain lg ke aku…:))


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s