01
May
10

The Mediator: Shadowland-Cewek jagoan yang seneng banget nendang pantat hantu bandel

Cantik, cerdas, pinter ngomong. Biasanya cewek remaja dengan kualitas seperti itu nggak bakal kesulitan nyari pacar, apalagi teman. Tapi hal itu nggak berlaku lho bagi Susannah Simon. Bahkan meski ia sudah memulai hidup bari nun jauh di California sono.
Semua itu terjadi karena Suze punya kualitas tambahan lain, yang nggak mungkin ia ceritakan ke orang lain bahkan ibunya karena tanpa cerita pun ia sudah tampak seperti orang sinting anti sosial. Kualitas itu juga bisa menjamin ia jadi anak yang paling kelihatan berandalan seantero sekolah. Suze bisa melihat hantu. Bukan sekedar melihat, ia juga seorang mediator. Penghubung antara orang hidup dan orang mati. Jadi ia nggak heran jika sekali-kali (bahkan sering) ia dihampiri hantu di pinggir jalan, yang curhat tentang masalah mereka yang belum terselesaikan biar jalan mereka ke akhirat bisa lapang.
Suze sempat berharap banyak jika kepindahannya ke California bakal memperbaiki kehidupan sosialnya. Tapi harapan itu langsung meletus hancur saat ia mendapati ternyata kamar barunya yang indah dihuni hantu dari jaman koboi. Ganteng banget sih hantunya. Tapi kan bukan itu masalahnya. Masalahnya Suze pengen hidup normal. Dan punya teman sekamar hantu cowok ganteng kan jaminan hidup nggak bakal pernah normal.
Kejadian semakin heboh setelah Suze mendapati hantu mantan cewek populer sekolah yang nggak rela pindah ke akhirat. Hantu itu akhirnya malah meneror mantan pacarnya, dan kemudian meneror Suze setelah tahu Suze adalah cewek baru yang menempati kursinya setelah ia meninggal. Akhirnya Suze harus benar-benar merelakan hidup normal yang ia dambakan setelah nyadar kalau bukan cuma ia yang jadi mediator di sekolah. Kepala sekolahnya yang gaul habis ternyata mediator juga, dan beliau menuntut Suze untuk mau berusaha menjadi mediator yang baik (entah apa itu maksudnya). Akhirnya di sekolah baru Suze juga musti beraksi kembali.
Khas Meg Cabot, selalu menyuguhkan cerita seru dengan plot tak terduga di tiap karyanya. Aku nggak pernah kecewa setelah membaca novel bikinan ibu satu ini. Dan The Mediator jelas nggak bakal jadi perusak rekor. Yang bikin aku heran, penasaran, dan kurang sreg hanya pemilihan judul seri ini: Shadowland (Negeri Bayang-bayang) soalnya setelah aku bolak-balik sampe lecet dan berdarah-darah, aku tetep nggak bisa nyari kaitan judul dengan isi cerita. Tapi sudahlah, yang penting novel ini asik, layak dikoleksi seri-seri selanjutnya (sebagai bocoran nih, bentar lagi aku ceritain juga di blog ini tentang buku ke-2 yang sudah terbit juga).

Penerbit: Gramedia

ISBN-13: 978-979-22-4938-5

Tebal: 256 hal.

Terbit: September 2009

Soft cover

Harga: Rp 28.000,-  


2 Responses to “The Mediator: Shadowland-Cewek jagoan yang seneng banget nendang pantat hantu bandel”


  1. 1 katrin
    May 1, 2010 at 9:36 am

    hahahaa…beneran lo mpe lecet n berdarah2 ? yg ttg nendang pantat hantu bandelnya mana Bu ? Suze ni mirip2 dgn aku deh ( gubraks ! ) kecuali ttg dia yg mediator ituu…bkn gw banget…tp kek nya asyik jg ceritanya…

  2. May 1, 2010 at 2:38 pm

    wakakaka … lecet berdarahnya lebay sih, kan gw sudah jago kickboxing. jadi yg lecet ya bukunya. kalo lo pengen ngerti adegan tendang pantat (kok suka yg SM gitu sih?) baca bukunya saja bu. xixixi. di gramed masih banyak tuh. ato pinjem gih ke sini. dibayar pake jamur krispi.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s