27
Apr
10

Insiden Anjing di Tengah Malam yang Bikin Penasaran-Serasa berada di dalam otak penderita autis.

The Curious Incident of the Dog in the Night-Time, atau terjemahan untuk edisi Indonesianya: Insiden Anjing di Tengah Malam yang Bikin Penasaran ini adalah novel karya Mark Haddon. Pertama kali niat beli karena tertarik lihat covernya yang aneh dengan warna jambon ngejreng. Entah deh, di Gramedia masih ada atau nggak. Soalnya ini buku lama banget. Aku saja belinya tahun 2002.

Sebuah novel yang awalnya merupakan misteri pembunuhan, dengan detektif dan pencerita dari sudut pandang orang pertama bernama Christopher Boone. Christopher adalah anak berusia 15 tahun yang mengidap sindrom Asperger’s (satu bentuk dari autisme). Dia sangat jago matematika, tapi sangat kurang dalam memahami manusia pada umumnya. Dia sangat menyukai daftar, pola, dan fakta. Tapi di sisi yang lain ia benci warna kuning dan cokelat karena baginya warnanya seperti kotoran, dan tidak suka disentuh. Sebelum peristiwa ini, Christopher belum pernah pergi lebih jauh dari ujung jalan rumahnya. Tapi saat ia mendapati anjing tetangganya dibunuh, ia mampu mengatur perjalanan yang cukup menakutkan baginya yang akhirnya membalikkan semua fakta yang selama ini ia yakini.

Novel ini dibuka dengan adegan saat Wellington, si anjing, dibunuh dengan menggunakan garpu kebun. Christopher yang pada awalnya dituduh sebagai pelaku, memutuskan untuk menyelidiki misteri pembunuhan Wellington, meniru cara detektif favoritnya, Sherlock Holmes. Pencarian fakta mengenai pembunuhan Wellington ini akhirnya menuntunnya pada kenyataan yang mengguncangkan hidupnya yang selama ini penuh keteraturan.

Penuturan dengan sudut pandang orang pertama ini membuat kita sebagai pembaca diajak untuk memahami cara berpikir penderita autis. Hal ini memungkinkan, karena Mark Haddon sebagai pengarang, sudah lama terbiasa bergaul dengan para penderita autis. Ia adalah guru untuk anak-anak autis. Novel ini mengajak kita melihat dunia melalui cara pandang Christopher. Kita bahkan bisa memahami mengapa para penderita autisme seringkali duduk di pojokan dan hanya menggerakkan tubuhnya maju-mundur yang bagi kita tampak menjengkelkan. Itu ternyata karena mereka sedang mengalami overload informasi. Christopher menjelaskan bahwa pada fase itu, ia merasa seperti komputer yang hang.

Berbekal insight yang mendalam tentang para penderita autis, Mark Haddon mengajak kita untuk berempati dengan mereka. Betapa perderita autis mencerna kata per kata secara literal, hingga segala macam gaya bahasa terasa memusingkan untuk mereka. Buku ini membuatku introspeksi dan bersyukur, karena aku tidak mengalami kesulitan seperti cara Christopher mencerna dunia. Dan aku tidak harus menjadi orang tua Christopher yang sepertinya sampai kehabisan energi hanya untuk Christopher dari hari ke hari. The Curious Incident of the Dog in the Night-Time sebuah novel yang menyentuh, tapi lucu. Membuatku tidak bisa lagi menertawakan perilaku penderita autis. Sangat aku rekomendasikan untuk dibaca, bahkan dikoleksi. Bukan jenis buku yang bakal cepat dilupakan.

Harga: Rp 45.000,-

Penerbit: Kepustakaan Populer Gramedia

Tebal: 320 hal

Terbit: 2002

Soft Cover

ISBN: 9799100178


2 Responses to “Insiden Anjing di Tengah Malam yang Bikin Penasaran-Serasa berada di dalam otak penderita autis.”


  1. 1 irawan
    July 8, 2011 at 11:10 am

    aku mauuuuuuuuuuuuu bukunya…… >,<


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s