20
Apr
10

Just Listen-Just read too … (ini perintah, jangan bawel. Buku bagus, juga!)

Apa yang akan kamu lakukan jika kamu mengalami peristiwa yang memalukan, menjijikkan, dan banyak saksi mata mengatakan bahwa kamu bersalah? Jika kamu adalah Annabel Greene, maka kamu hanya akan diam dan menutup diri dari lingkungan.

Apa yang tampak di permukaan, belum tentu sama dengan apa yang sebenarnya ada di dalam. Sebuah ungkapan klise yang sangat mampu dilukiskan dalam kisah di novel ini.

Annabel adalah gadis cantik pendiam. Karirnya sebagai model lokal cukup sukses, tapi tidak demikian dengan kehidupan sosialnya setelah mengalami peristiwa tidak enak yang melibatkan Sophie sahabatnya, dan pacar Sophie. Hal itu, ditambah keputusan Annabel untuk mengasingkan diri membuatnya semakin terkucil setelah masa libur sekolah berakhir.

Kesendirian itu membuat Annabel mengenal Owen, cowok mantan peserta kursus pengendalian amarah yang terkenal sebagai cowok paling bete di sekolah. Owen ternyata bisa jadi sahabat yang menyenangkan, asal tidak sedang diskusi tentang musik. Dengan Owen, Annabel bisa terbuka mengenai segalanya. Kecuali tentang masalahnya dengan Sophie. Dan tentang masalah dengan Clarke juga. Sekedar info, Clarke adalah sahabat Annabel sebelum Sophie.

Di luar masalah peliknya di lingkungan sosial, Annabel juga memendam rasa tidak enak karena kakak-kakaknya. Kristen yang suka ngomong blak-blakan, dan Whitney yang jarang ngomong. Baik secara blak-blakan ataupun tidak. Kedua kakaknya punya cara mereka sendiri untuk membuat Annabel merasa terintimidasi. Belum lagi dengan problem eating disorder Whitney yang menyita perhatian keluarga.

Annabel juga menyimpan rahasia tentang pekerjaannya. Meski tidak suka, ia tidak bisa bilang tidak setiap kali ibunya menyorong-nyorongkan job modelling baru ke bawah hidungnya. Karena ia tahu, job modelling itu membuat ibunya jadi memiliki kesibukan yang ia butuhkan.

Novel ini banyak bercerita tentang konflik batin Annabel sebagai cewek yang tidak suka berkonfrontasi, di tengah problem-problemnya yang sangat membutuhkan konfrontasi untuk penyelesaiannya. Atau, itulah setidaknya saran dari Owen, cowok jujur yang sangat suka berkonfrontasi😀

Sarah Dessen bertutur dengan lembut. Seakan ia sangat memahami perasaan tokoh utama. Meski terjemahannya kurang lancar, aku sangat memaafkannya. Karena kepribadian Annabel dan Owen dan tokoh-tokoh lain tidak sampai hilang. Semua tergambarkan dengan gamblang. Membuat kita bisa memahami dan ikut terhanyut dalam ceritanya. Hanya karena salah paham dalam mengartikan sebuah CD, Annabel bisa mendapatkan jawaban tak terduga dari masalah-masalahnya.

Novel ini sangat aku rekomendasikan untuk pecinta YA novels. Pembahasannya tidak cengeng, tapi mampu membuat air mata merebak hanya karena membayangkan konflik batin yang dialami Annabel. Membuatku semakin penasaran menunggu karya-karya Sarah Dessen lainnya.

Harga : Rp 53.000,-

Penerbit: Wortel Publishing

Tebal : 353 halaman

Terbit : Juni 2009

Soft Cover

ISBN: 978-979-1349-20-8


0 Responses to “Just Listen-Just read too … (ini perintah, jangan bawel. Buku bagus, juga!)”



  1. Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s