13
Jun
10

Princess of the Midnight Ball-Menikmati sebuah dongeng seram yang dikemas ulang

Cewek-cewek, kalian pasti pernah mengalami masa saat kalian menyukai dongeng-dongeng dengan endingLiving happily ever after” macam Cinderella, Sleeping Beauty, Beauty and the Beast, dll. Nah, salah satu pengarang terkenal dengan karyanya yang lumayan ngetop adalah Brother’s Grimm. Mereka yang menciptakan dongeng Snow White and the Seven Dwarfs. Meski konon, banyak adegan asli yang musti dipotong dan dipermak ulang saat cerita ini muncul jadi konsumsi mainstream, karena versi asli bikinan Brother’s Grimm rada-rada kejam dan berdarah-darah.

Nah, buat kalian yang dulu menikmati dongeng-dongeng macam ini, ada nih Princess of the Midnight Ball. Novel hasil tulis ulang kisah karangan lain dari Brother’s Grimm dengan judul asli “Twelve Dancing Princess”, belum seterkenal kisah dongeng princess yang lain.

Mengambil lokasi di sebuah negara yang bernama Westfalin (kayaknya sih Jerman, melihat jenis-jenis nama yang digunakan), Kisah dimulai dengan sebuah kesepakatan lagi yang berhasil dibuat oleh Raja Under Stone dengan Ratu Maude. Kesepakatan yang menjadi awalan bagi serentetan penderitaan para putri Maude (12 orang). Sejak itulah, saat berdansa adalah jenis kesenangan semua orang, bagi para putri, kegiatan itu menjadi sejenis siksaan. Tiap malam mereka harus datang ke kerajaan Under Stone tanpa sepengetahuan ayah dan semua orang di kerajaan, dan berdansa hingga matahari terbit. Tak heran, akhirnya sepatu-sepatu para putri yang cepat aus menjadi bahan gunjingan di kerajaan tersebut. Meski, dengan bantuan sihir Raja Under Stone, para putri itu tak bisa mengungkapkan keresahan mereka.

Menyaksikan misteri sepatu aus dan gosip yang beredar, membuat Raja Gregor kehilangan akal. Ia kemudian mengadakan sayembara bagi pangeran-pangeran dari negeri tetangga untuk memecahkan misteri tersebut, dan jika berhasil, si pangeran akan dihadiahi salah seorang putri sebagai istri. Sayembara ini membuat banyak pangeran datang, dan mencoba peruntungan.Tentu saja mereka gagal. Dan bukan hanya pulang dengan tangan hampa, semua pangeran yang mencoba, akhirnya berakhir meregang nyawa dengan berbagai macam cara.

Di satu sisi, diceritakan tentang seorang prajurit Westfalin yang pulang dari medan pertempuran. Kebaikan hatinya membuat ia mendapat hadiah aneh berupa jubah kusam dan dua gulung benang wol dari seorang nenek. Pemuda itu, Galen, akhirnya melamar kerja menjadi asisten tukang kebun istana. Di taman istana lah, Galen mengenal para putri, dan mendengar gosip tentang mereka. Hingga ia kasihan pada mereka, dan bertekad memecahkan misteri ausnya sepatu para putri.Tentu saja cerita berakhir dengan bahagia, dilengkapi dengan pesta pernikahan Galen dengan salah seorang putri. Kalau bukan begitu, jangan sebut sebagai kisah “Living happily ever after” deh.

Novel ini bisa memuaskan hasrat terpendammu yang pengen mengulang bacaan dongeng, tapi dengan cara yang lebih detail. Ngerti sendiri kan, kebanyakan dongeng yang kita kenal bentuknya buku-buku tipis dengan tulisan gede-gede dan gambar yang memakan lebih dari separo porsi buku. Di sini kita juga disuguhi cerita lengkap dari berbagai angle, karena sekali lagi, memanfaatkan mediumnya yang novel, Jessica Day George sang pencerita ulang bisa leluasa mengeksplorasi dongeng. Nggak kayak contohnya dongeng Snow White, di mana kisahnya hanya melulu tentang si Putih Salju dan para orang kerdil, sementara si pangeran hanya muncul sebagai pemberi ciuman penyelamat. Juga Cinderella yang hanya memunculkan si pangeran di pesta dansa. Dongeng-dongeng yang tidak lengkap seperti ini membuat penilaian kita hanya searah. Biasanya akhirnya menjadikan para putri sebagai korban yang tak berdaya, dan kemunculan pangeran hanya sekilas, melambai-lambaikan pedang, menang, selesai.

Dongeng dengan format novel seperti ini membuat semua tokoh jadi tampak lebih manusiawi. Galen yang tidak terlalu jagoan, raja yang tidak terlalu bijak, putri yang tidak terlalu lemah, semua digambarkan dengan lengkap. Bagiku ini adalah cara lain menikmati kisah fantasi, setelah selama beberapa saat hanya disuguhi cerita-cerita tentang peri, vampir, dan lain-lain. Bukannya bosan lho ya. Anggap saja satu bentuk pengayaan novel fantasi :D

Satu tambahan lagi, novel ini juga memuat hadiah hiburan. Selain cara-cara pembacaan nama pelaku yang memang kurang lazim, sehingga kalau tidak diberi petunjuk dijamin bikin lidah belibet, novel ini juga memuat cara merajut. Jangan heran gitu dong, karena memang Galen berhasil menyelamatkan para putri karena keahlian dia salah satunya adalah keahlian yang kalian kira hanya dimiliki para nenek. Meski kalau boleh aku tambahkan, nenekku nggak bisa merajut :DDD Jadi gitu deh, Galen kayaknya jadi satu-satunya hero di kisah dongeng yang jago merajut.

ISBN: 978-979-1411-92-9

375 hal. koran

Ukuran: 13 x 20,5 cm

Terbit: Maret 2010

Soft cover

Harga: Rp 44.900,00


4 Responses to “Princess of the Midnight Ball-Menikmati sebuah dongeng seram yang dikemas ulang”


  1. 1 katrin
    June 16, 2010 at 12:48 am

    lumayan beda dgn 12 dancing princess yg versi barbie yak ?! tokoh cow nya di sana berprofesi sbg tukang sepatu…dan inti cerita jg bkn pd memecahkan misteri cpt aus nya sepatu para putri,tp usaha perebutan tahta kerajaan yg dilakukan oleh sepupu raja…namanya sapa ya ? wah,gw kalah kl buat urusan barbie2an gini ama Saffna :P

    • June 16, 2010 at 3:23 am

      beda banget bu. versi barbie kan dibikin seringan mungkin. di “Princess of the Midnight Ball” gak ada usaha perebutan tahta. lebih complicated deh ceritanya. coba deh baca bukunya. bisa buat ngoreksi alur yang sudah terlanjur dikenal anak :D

  2. 3 katrin
    June 19, 2010 at 1:22 am

    ada di ebook lo kan ? :P eh,kiriman lo yg dl tuh,kok kehapus yee ?! apa proses nyimpennya gagal yak ? kok gw cari2 g ada ?

    • June 20, 2010 at 4:39 pm

      ang ini gw belum ada ebooknya ^_^ jadi kayaknya lo musti browsing toko buku deh. kalo yg gw kirim dulu … percy book 1 yah? oke deh, besok gw kirim ulang. file-nya di kompie kator soalnya. semoga gak nyasar lagi.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 150 other followers